Kenapa Orang Suka Pansos

Kenapa Orang Suka Pansos atau Social Climb
Kredit: Iwa-Kakeru!

Opolah~ Namanya juga mahkluk abadi (yang fana waktu), yang butuh pengakuan diri. Secara tidak sadar maupun sadar, orang-orang akan melakukan apapun untuk diperhatikan banyak orang hingga status sosialnya naik. Ini biasa disebut sebagai pansos.

Istilah pansos mungkin sudah tidak asing di mata maupun telinga. Pansos adalah kependekan dari panjat sosial, yang bahasa Inggrisnya social climbing. Perilaku pansos mengarah pada keinginan untuk meraih status sosial yang lebih tinggi.

Istilah panjat sosial atau social climbing sebenarnya sudah ada sejak dulu. Menurut Urban Dictionary, panjat sosial adalah mereka yang berteman dengan seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan atau butuhkan.

Para social climber ingin mendapat pengakuan di lingkugan sosialnya agar ia dilihat oleh semua orang. Sisi buruknya, mereka kadang hanya menghargai sebuah hubungan berdasarkan popularitas dan status, sehingga mengeyahkan nilai pertemanan.

Biasanya para social climber ini sangat ambisius dan kompetitif dalam mendapatkan status sosial yang diinginkan. Yang bisa diartikan bahwa mereka tidak akan pernah merasa puas jika orang lain punya status yang lebih tinggi darinya.

Pansos merupakan gangguan sosial. Kenapa bisa begitu? Bisa begitu karena pansos adalah sebuah penyakit yang erat hubungannya dengan sosial dan berlebihan atau tidak wajar. Menurut Psychology Today, gangguan pansos ini sering menjangkiti orang-orang media sosial.

Karena kehadiran media sosial, setiap orang kini dapat dengan mudah mendapatkan panggung sendiri untuk eksistensinya. Media sosial yang menawarkan kemudahan, membuat peluang terbukanya pintu menuju pansos semakin terbuka lebar.

Mereka memanfaatkan akun media sosial seoptimal mungkin guna menaikkan status sosialnya, pemilik akun akan menggunggah konten yang dinilai bisa mengangkat statusnya seefektif mungkin. Semisal foto diri atau foto kegiatan yang dilakukan.

Secara agak spesifik, kegiatan menunjukkan aktivitas yang terbilang mewah, sangat peduli dengan penampilan diri, menampilkan barang yang bermerek mahal, juga memamerkan kepintaran. Iya kalau semua itu dari diri sendiri. Kalau milik orang lain? Kimoi.

Mereka berharap akan mendapat banyak apresiasi dan sanjungan orang lain dari apa yang diunggahnya itu. Seandainya keterusan melakukannya, kegiatan itu bisa saja menjadi benih gangguan mental dari seseorang yang berlebihan dan ingin diperhatikan.

Perlu diketahui, kegiatan ini terkesan tidak merugikan pelakunya. Tetapi yang pasti, mereka juga tidak memperhatikan perilakunya yang terkesan tidak etis. Mulai dari suka memanfaatkan teman, mementingkan diri sendiri, serta tidak peduli dengan orang lain.

Baca juga: (“Sopan Santun dan Etika Menjadikanmu Manusia“)

Penyebab Orang Suka Pansos

Pansos merupakan kebahagian tersendiri bagi mereka yang melakukannya. Kamu pasti mengenal setidaknya satu orang yang suka pansos, atau malah kamu sendiri yang suka pansos. Lalu, kenapa orang suka pansos? Apa penyebab dari gangguan pansos?

Baca juga: (“Apakah Kamu Mau Menjadi Indonesian Idiot?“)

1. Memang Dasarnya Suka Cari Perhatian

Seperti yang sudah dituliskan, para social climber selalu ingin dikagumi ataupun dipuji oleh orang lain dan sekitarnya. Selain itu, mereka amat senang dan merasa puas bila menjadi pusat perhatian. Inilah sebabnya mereka berusaha mencari perhatian dengan kontroversi ataupun hal negatif.

2. Kecanduan Media Sosial

Para pemanjat sosial tidak mungkin bisa jauh dari media sosial. Ini disebabkan oleh media sosial merupakan tempatnya membangun citra. Jika orang-orang senang memposting momen yang dianggap spesial, maka lain halnya dengan pemanjat sosial. Mereka akan senantiasa memosting apapun itu.

3. Ingin Menutupi Keadaan Diri

Seseorang yang suka pansos mungkin saja ingin menutupi kondisi yang sebenarnya. Akun sosialnya hanyalah muka lain dari dirinya. Misalnya kondisi di kehidupan nyatanya berada dalam ekonomi bawah, sedangkan akun sosialnya mengesankan sebagai orang kaya. Bisa juga untuk menutupi hal lainnya.

4. Minder

Pansos juga dilakukan sebagai rasa minder atas apa yang dimilikinya. Orang yang suka pansos ingin lebih terbuka, tetapi sayangnya ia tidak bisa melakukannya di dunia nyata. Alhasil ia menggunakan media sosial untuk meraih sesuatu yang lebih.

Belum lagi jika orangnya memang rendah diri, hanya punya teman yang sedikit, dan invicible seperti mobilnya Mermaid-Man. Maka, pansos menjadi jawaban yang sekiranya tepat baginya untuk meraih yang selama ini tidak mudah digapai olehnya.

5. Kesepian plus Nolep

Pansos bisa saja disebabkan oleh kesepian plus nolep. Kehidupannya di dunia nyata benar-benar tidak mengenakan. Dunia nyata tidak pernah dianggap kehadirannya. Hanya sedikit bahkan tidak ada yang meliriknya di dunia nyata.

Dengan media sosial, mereka mencoba peruntungan untuk membuktikan bahwa dirinya ada. Siapa tahu mendapat apa yang tidak didapat di dunia nyata. Semisal kasih sayang, kepedulian, ketulusan, pertemanan, perhatian, dan lainnya.

Baca juga: (“Kenapa Orang Tidak Menyalakan Lampu Sein Saat Berbelok“)

6. Ingin Dianggap Normal

Pansos itu ibarat menguap, satu orang menguap yang lain ikut-ikutan menguap. Mereka yang ingin statusnya naik secara instan, walaupun dengan cara yang tidak sehat. Tetapi, mungkin saja mereka hanya ikut-ikutan yang lainnya agar tidak dianggap berbeda.

7. Terdesak Keadaan dan Tuntutan

Karena ada peristiwa atau sesuatu yang cukup menarik, para pemanjat sosial memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan perhatian. Rugi kalau ada yang menarik tapi dianggurin, lebih baik buat menaikan status sosial.

Bayangkan juga jika mempunyai banyak pengikut, apa yang seharusnya dilakuakan? Pasti memanfaatkannya untuk panjat sosial. Masa iya hanya didiamin saja. Dan pasti mempunyai rasa rugi jika tidak memanfaatkan pengikutnya.

8. Ingin Tenar Aja

Jawaban lain dari kenapa orang suka pansos adalah ajang untuk eksistensi diri dan ingin tenar. Menggunakan konten yang disekiranya dapat mengundang perhatian banyak khalayak. Berharap apa yang dilakukannya menjadi viral, lalu mengeruk untung secara cepat.

9. Nganggur

Mereka yang suka pansos mungkin saja disebabkan karena kurangnya kegiatan atau kesibukan yang positif. Dapat pula diakibatkan karena minimnya fokus dan komitmen terhadap kewajiban, sehingga mereka lebih memilih pada konten-konten media sosial.

Mereka memilih menyibukan dirinya terhadap apa yang sedang tren-trennya, sehingga membuatnya seolah-olah ikut terseret dalam suatu kegiatan. Padahal itu semua hanyalah kesibukan yang sifatnya palsu dan nggak guna kek tanda dilarang parkir.

10. Minim Karya

Ingin menonjol dan diperhatikan oleh banyak orang, tetapi kamu tidak mempunya karya yang bisa dibanggakan? Tinggal pansos, beres. Di mana memanfaatkan media sosial dan kontennya sebagai penimba status supaya naik lebih tinggi.

Minim karya dan tidak bisa apa-apa, tetapi beruntungnya dianggap “wah” oleh orang lain atas apa yang tidak dilakukan. Dan kemudian pikiran selanjutnya adalah merasa sudah berprestasi dengan hanya aktif terus menerus di media sosial.

Kesimpulan

Orang-orang melalui media sosial dapat menjadi apa yang diinginkan. Jika merasa mempunyai banyak pertemanan atau pengikut, maka ia akan merasa bannyak mendapatkan perhatian. Mereka akan cenderung menampilkan diri dan memamerkan sesuatu, bahkan sampai menjerumus ke hal negatif.

Baca juga: (“Mengapa Terjadi Bullying di Sekolah“)

 

Dengan Seperti itu, Mereka Merasa Hebat

Referensi: etalasebintaro.com, halodoc.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *