Penyebab Kemarahan dan Kenapa bisa Marah

Penyebab Kemarahan-Deadly 7 Inside Me Webtoon
Kredit: Deadly 7 Inside Me Webtoon

Opolah~ Pernakah kamu merasa sebal akan sesuatu hingga merasa emosi dan marah? Jika tidak pernah, maka kamu mungkin bukan manusia yang berasal dari Bumi. Marah merupakan hal yang lumrah karena adanya hal tertentu yang tidak sesuai dengan keinginan.

Kemarahan atau marah (wrath, anger), adalah suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan peningkatan denyut jantung, tekanan darah, serta tingkat adrenalin dan noradrenalin. Ekspresi luar dari kemarahan dapat ditemukan dalam bentuk raut muka, bahasa tubuh, dan respon psikologis.

Kemarahan adalah suatu perasaan yang dominan secara perilaku, kognitif, maupun fisiologi saat seseorang membuat pilihan sadar untuk mengambil tindakan untuk menghentikan secara langsung ancaman dari pihak luar.

Kemarahan dapat memobilisasi kehidupan psikologis untuk tindakan korektif dan merupakan sesuatu yang memiliki nilai fungsional untuk kelangsungan hidup. Namun, kemarahan yang tidak terkendali dapat berdampak negative terhadap kualitas hidup pribadi maupun sosial.

Karena tidak dapat mengontrol kemarahan, orang yang marah sangat mungkin melakukan kesalahan dan kehilangan kemampuan pengendalian diri dan penilaian objektif. Oleh sebabnya, kontak fisik jarang terjadi tanpa kemarahan paling tidak oleh salah satu pihak.

Mengekspresikan kemarahan melalui kekerasan atau agresi tidaklah baik. Hal tersebut tidak akan membantu atau menyelesaikan masalah, yang ada malah menambah masalah dan melukai orang juga menghancurkan hubungan.

Baca juga: (“Kenapa Orang Tidak Menyalakan Lampu Sein Saat Berbelok“)

Penyebab Kemarahan

Secara umum, ada tiga hal yang membuat manusia marah. Pertama, karena keinginan dan tujuan maupun harapan yang tidak tercapai atau tidak sesuai bayangan. Kedua, merasa terancam akan sesuatu. Dan karena tersinggung atau terluka.

Dengan penjelasan lain, kemarahan bisa jadi merupakan pertanda sesuatu telah terjadi. Entah itu karena hal-hal remeh atau hal-hal yang memang faktor dari diri sendiri. Lalu, apa saja yang menjadi penyebab kemarahan secara lebih spesifik?

Baca juga: (“Mari Baku Hantam setelah Tidak Ada SARA Berkedok Dark Joke“)

1. Menutupi Emosi Lain

Kemarahan dapat menutupi emosi lain. Kemarahan mungkin merupakan tanda stress atau emosi lain. “Bagi orang-orang yang umumnya sehat, yang kami temukan adalah kemarahan sering kali menutupi emosi,” ujar Caroline Gruvich, seorang neuropsikolog Monash dan peneliti senior.

Analogikanlah kemarahan sebagai gunung es. Seorang psikolog klinis yang berbasis di Sydney, Kate Renshall, dilansir dari Abc.net.au, mengatakan kemarahan sering kali adalah emosi yang kita lihat. Namun, ada lebih banyak yang terjadi di bawahnya.

Kemarahan adalah topeng bagi emosi lain atau setidaknya sebagian kemarahan akan membuat kita merasa kuat. “ Ini melibatkan sistem saraf simpatik, jantung berdetak kencang, dan merasa berenergi,” kata Renshall.

2. Pengakuan dan Penerimaan

Beberapa psikolog mendefinisikan penyebab marah adalah emosi yang muncul karena adanya persepsi ketidakadilan. Walaupun banyak definisi, mereka menyepakati bahwa penyebab marah adalah perasaan negatif yang membuat ketidaknyamanan bagi yang merasakan.

Penyebab kemarahan terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan pengakuan bahwa seharusnya dia memang pantas untuk mendapatkan suatu hal. Penyebab marah juga terjadi karena tidak adanya penerimaan akan suatu hal.

3. Kekecewaan

Kekecewaan terhadap perbuatan orang lain juga dapat menyebabkan seseorang marah. Apalagi orang tersebut adalah orang yang sangat ia pedulikan. Mungkin terasa aneh, tetapi orang lain adalah pihak yang bisa menyakiti dan mengecewakan yang lain.

Kecewa dapat menyebabkan depresi yang juga dapat menyebabkan kemarahan, gelisah serta menyebabkan perasaan tidak berharga, malu atau merasa bersalah. Hal semacam ini mungkin bisa memengaruhi keterampilan sosial dan komunikasi.

4. Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Seseorang mengalami kemarahan karena ia telah diperlakukan secara tidak adil, tidak seperti yang lainnya. Disakiti tanpa sebab dan dicegah untuk mendapatkan sesuatu yang ia harapkan, akan membuatnya merasasakan frustasi dan kemarahan.

Bukan hanya karena cidera atau rasa sakit yang membuat seseorang marah, melainkan tentang pelanggaran terhadap peraturan dan pengharpan. Yang ia perhatikan adalah penekanan pada keadilan, alasan tindakan, dan juga harapan.

5. Diabaikan

Ya, diabaikan dapat menjadi penyebab kemarahan. Manusia adalah makhluk sosial yang berharap dan mencari kepuasan dari berhubungan sosial. Ketika kebutuhannya tidak terpenuhi, hal ini bisa menimbulkan emosi negatif, salah satunya kemarahan.

Contoh klisenya adalah petugas piket kelas yang marah-marah. Kemarahannya tersebut mencerminkan bahwa ia sebenarnya mengharapkan teman-temannya membantu memberihkan kelas, atau setidaknya tidak mengotori kelas. Namun ia tidak bisa mengungkapkannya, sehingga ia melampiaskannya dengan marah-marah.

6. Merasa Terganggu

Kemarahan dapat terjadi karena seseorang mengganggu apa yang diinginkan oleh orang lain lakukan. Jika orang lain menganggap tidakan mengganggunya secara disengaja, dengan presentase yang lebih besar, maka tidak menutup kemungkinan hal tersebut menjadi penyebab kemarahan.

Ketika seseorang mencoba menyakiti orang lain secara fisik, maka kemungkinan hal tersebut merupakan penyebab kemarahan. Di samping itu, menyinggung perasaan orang lain, mencemooh penampilan atau gaya orang lain juga dapat dikatakan sebagai penyebab kemarahan.

7. Sombong

Sombong dapat berarti bahwa seseorang menilai dirinya sendiri lebih dari kenyataan yang sebenarnya. Seseorang yang sombong sangat menuntut banyak pujian bagi pribadinya. Jika yang diharapkan tersebut tidak terpenuhi, ia mungkin sekali mengalami kemarahan.

Seseorang menilai pribadinya tidak lebih rendah dari orang lain. Karena merasa sombong, ia akan mudah sekali tersinggung karena segala sesuatu darinya dinilai lebih rendah daripada apa yang ia harapkan. Jadi, sombong dapa menjadi penyebab kemarahan selanjutnya.

8. Egois

Egous atau mementingkan diri sendiri, yang menilai pribadinya lebih penting melebihi kepentingan yang dimiliki orang lain. Seseorang yang demikian akan mengalami kemarahan karena selalu terbentur pada pergaulan sosial yang bersifat apatis.

Mereka lebih memilih untuk membodohamatkan keadaan yang bukan darinya. Seseorang yang egois mudah sekali merasa tidak diperlakukan dengan semestinya dalam pergaulan sosial. Mereka biasanya diselimuti kemarahan dalam setiap detiknya.

9. Pikun dan PMS

Demesia atau kepikunan dapat memengaruhi fungsi otak, termasuk perilaku emosional dan kepribadian seseorang. Perubahan mood seseorang tidak dapat diprediksi. Karena hal tersebut, pikun dapat menjadi penyebab kemarahan yang nggak jelas.

PMS pada wanita juga menjadi penyebab kemarahan yang nggak jelas selanjutnya. Menurut American Collage of Obstetrics and Gynecology, mood wanita bisa berubah selama dua minggu terakhir siklus menstruasi atau dua minggu sebelum menstruasi.

10. Paranoid

Paranoid adalah gangguan kepribadian yang didasari dengan rasa ketidakpercayaan yang berlebihan terhadap sesuatu, seperti kecurigaan yang berlebihan, selalu waspada, berpikiran negatif, sangat sensitif terhadap kritikan, dan mudah tersinggung.

Karena hal-hal yang sudah disebutkan, paranoid dapat saja menjadi penyebab kemarahan. Juga, seseorang yang mengidap gangguan kepribadian ini akan memandang orang lain sebagai penyebab masalah, sehingga tidak menutup kemungkinan kemarahan pun muncul.

11. Dari Sekitar

Penyebab kemarahan dapat terjadi karena faktor eksternal yang meliputi pengasuhan orang tua yang negatif, situasi dan faktor lingkungan (sekolah, kerja), efek teman dan media, status sosial ekonomi, tekanan sosial, dan lain sebagainya.

Sebagai penggambaran, apa yang terjadi jika kita terjebak di kemacetan tak berujung, padahal kita buru-buru mau ngantor atau sekolah? Kemungkinan sih, kita akan lebih mudah marah dan ujung-ujungnya menyalahkan dunia serta segala isinya.

Baca juga: (“Kenapa Orang Suka Pansos“)

Kesimpulan

Kenyataannya, perubahan mood menjadi marah dan kesal bisa menyerang siapa saja, kapan saja, di mana saja, dan hal-hal kecil dapat menjadi penyebab kemarahan. Untuk meredam kerugian akibat kemarahan, aku tidak tahu, mungkin bisa ke psikolog atau psiketer yang lebih ahli.

Baca juga: (“Positif dan Negatif Mempunyai Penyakit Iri Hati“)

 

Kalau Perlu, Semua adalah Penyebab Kemarahan

Referensi: wikipedia, dosenpsikologi.com, satupersen.net

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *