Positif dan Negatif Mempunyai Penyakit Iri Hati

Penyakit Iri Hati-Deadly 7 Inside Me Webtoon
Kredit: Deadly 7 Inside Me Webtoon

Opolah~ Iri hati atau bahasa Inggrisnya envy adalah suatu emosi yang timbbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan, baik prestasi, kekuasaan, atau lainnya menginginkan yang tidak dimilikinya itu. Atau bisa saja mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya.

Iri hati dan cemburu itu merupakan hal yang berbeda dan artinya saling bertentangan. Iri hati adalah perasaan yang muncul karena keinginan akan apa, sedangkan cemburu adalah rasa yang timbul karena hal-hal yang ingin kamu pertahankan.

Bertrand Russell, seorang filsuf dan peraih hadiah Nobel Sastra, mengatakan bahwa iri hati adalah salah satu penyebab utama ketidakbahagiaan. Orang yang iri hati tidak hanya menyebabkan ketidakbahagiaan bagi diri sendiri, namun orang tersebut mengharapkan kemalangan orang lain.

Russel berpendapat bahwa ketidakstabilan status sosial di dunia modern, juga doktrin kesetaraan dari demokrasi dan sosialisme, sangat berperan memperluas penyebaran iri hati dalam suatu kalangan masayarakat. Menurutnya, iri hati adalah kejahatan yang musti ditanggung,

Sementara itu beberapa psikolog berpendapat bahwa ada dua jenis iri hati, yaitu iri hati yang berbahaya dan iri hati yang bersifat baik. Di mana saat ini iri hati baik sedang diusulkan sebagai suatu jenis kekuatan motivasi yang positif.

Di sisi lain, rasa iri hati juga termasuk sebagai penyakit yang bisa menggerogoti tubuh si penderitanya. Jika tidak diobati, orang-orang seperti ini akan terus hidup dalam lingkaran kebencian dan tidak akan pernah bisa melangkah dengan baik.

Jika kamu ingin menyelamatkan hidup orang lain yang menderita penyakit ini, maka kamu sebaiknya mengasihani mereka, karena mereka itu adalah orang yang lapuk. Tidak perlu pakai emosi, cukup hadapi mereka dengan kepala dingin dan sedikit bumbu sindiran.

Lalu, untuk dirimu sendiri bagaimana? Apa yang kamu rasakan saat bertemu dengan orang lain saat mereka mendapatkan pencapaian? Atau saat melihat orang lain dengan hubungan percintaan yang sempurna seperti di novel?

Mungkin kamu merasakan iri hati, walau tidak pakai banget. Tidak bisa dipungkiri, manusia terkadang ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain. Apa pun itu, materi, kesuksesan, atau bahkan kasih sayang yang tidak didapatkan.

Jika menyikapinya dengan negatif, perasaan iri memang bukanlah hal yang menyenangkan dan sangat mengganggu ketenangan hidup. Sebagian orang bahkan merasa bahwa iri hati merupakan sebuah aib yang seharusnya ditutupi.

Baca juga: (“Mari Baku Hantam setelah Tidak Ada SARA Berkedok Dark Joke“)

Positif dari Penyakit Iri Hati

Ya, mempunyai penyakit iri hati itu ada untungnya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, jika kita merupakan pribadi yang selalu berpikiran positif, maka penyakit iri hati pun bisa kita kendalikan dan membuatnya sebagai motivator hidup.

Satu teori menyebutkan bawah iri hati masuk ke dalam proses evolusi sebagai dasar dari sifat kompetitif manusia. Saat merasa iri, manusia secara natural akan berusaha untuk mencapai atau memiliki hal yang ia inginkan. Hal ini merupakan proses munculnya sebuah kompetisi.

Iri hati dapat menimbulkan perasaan tahu diri. Ya, kamu harus mempunyai kesadaran akan potensi atau kelebihan, sekaligus kekurangan-kekurangan diri sendiri. Secara tidak langsung, iri hati menyadarkan kita akan potensi sekaligus keterbatasan yang ada pada diri masing-masing.

Jadikan juga sebagai panduan dan pemahaman. Seumpama orang lain mempunyai kehidupan yang begitu bagus, maka sah-sah saja menyalin dan menempel cara-cara yang telah dilakukan orang lain tersebut kepada diri sendiri tapi sesuai kadar juga.

Sementara itu, iri hati dapat diubah menjadi pujian bagi mereka. Karena semua orang menyukai pujian, ungkapan pujian pasti dapat membantu meringankan beban, baik itu dari pihak yang mempunyai penyakit iri hati maupun tidak.

Kalau dapat memanfaatkan penyakit iri hati, melihat orang sukses, seharusnya dapat dijadikan cambuk diri untuk memacu diri bekerja lebih keras lagi agar dapat mengejar ketertinggalan dan menyusul dengan kesuksesan demi kesuksesan.

Kalau menengok orang lain senang, maka harus berusaha agar kita lebih senang dari orang lain. Kalau melihat orang lain mendapatkan sesuatu, maka kita harus berusaha untuk menggapai sesuatu yang lebih baik dari milik orang lain.

Baca juga: (“Kenapa Orang Tidak Menyalakan Lampu Sein Saat Berbelok“)

Negatif dari Penyakit Iri Hati

Jangan salah, walau dampak positif dari penyakit iri hati sangat menggiurkan, jika tidak dapat mengambilnya maka yang terjadi adalah iri hati akan bersifat dan berdampak negatif. Bahkan, dampak negatifnya lebih banyak dari dampak positifnya.

Oleh karena itu, maka dibuatkanlah beberapa subjudul.

Baca juga: (“Mengapa Terjadi Bullying di Sekolah“)

1. Kamu bisa Menyalahgunakan Obat

Beberapa orang yang mengidap penyakit iri hati akan membuat mereka menggunakan obat-obatan guna menenangkan diri. Meminum alkohol dan menggunakan obat terlarang adalah pilihan selanjutnya jika telah mencapai batas.

Tetapi sayangnya, hal tersebut tidak akan berdampak baik untuk kedepannya dan tidak akan membuat situasi menjadi semakin baik dari sebelumnya. Hal ini karena alkohol atau obat-obatan terlarang bisa merusak kesehatan mental dan tubuh.

2. Iri hati Merusak Fisik

Rasa iri bisa membuat kita merasakan sakit secara fisik. Di tahun 2009, studi dilakukan dengan meneliti bagaimana keadaan otak seseorang yang sedang iri. Dilansir dari New York Times, hasil menunjukan bahwa sebagian otak merasakan sakit.

Semakin kuat rasa iri, semakin kuat pula nyeri yang dirasa pada bagian korteks tersebut. Dengan kata lain, otak kita mengasosiasikan iri sebagai sakit fisik. Di samping itu, mungkin saja karena iri hati kita melukai fisik kita dengan sadar.

3. Meragukan Keputusan

Iri hati akan membuat kamu mulai meragukan semua hal yang telah dilakukan. Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa tidak mobil itu, mengapa tidak rumah mewah itu, mengapa tidak pasangan itu, mengapa tidak kebahagian itu, atau sebagainya.

Kamu akan mulai mempertanyakan setiap keputusan yang telah dibuat dan tidak percaya dengan diri dengan penilaian kamu. Pada akhirnya, kamu akan sulit membuat keputusan karena tidak yakin dengan pilihan yang sudah dibuat sampai saat ini.

4. Berlebihan Mengikuti Orang Lain

Iri dengan kehidupan orang lain akan membuat kamu secara sadar dan tidak sadar mulai mengikuti gaya hidup mereka yang pada akhirnya membuat kamu menuju ke ketidakpastian dan kebingungan, karena kamu hanya bersikap meniru bukan bertindak sesuai kemampuan.

Saat kamu tida memiliki kemampuan yang mencukupi untuk mengikuti gaya hidup orang lain, maka kamu akan mencoba segala cara hanya untuk menunjukkan bahwa kamu dapat melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan orang lain.

5. Melakukan Kejahatan

Karena saking iri hatinya, maka tidak menutup kemungkinan bahwa orang akan melakukan berbagai tindakan kejahatan, dengan tujuan untuk dapat memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain atau merenggut sesuatu dari orang lain.

Dalam kondisi ini, orang sudah tidak akan lagi memerdulikan apapun (entah itu hukum, persaudaraan, hubungan), karena pikiran dan hatinya sudah terfokuskan pada apa yang menyebabkannya sampai-sampai iri hati.

6. Menimbulkan Pertanyaan, “Kenapa Bukan Aku?”

Pada bulan Maret 2015, Scientific American melaporkan bahwa penggunaan Facebook meningkatkan depresi. Laporan tersebut menyatakan bahwa penurunan kualitas mood sehingga depresi itu banyak disebabkan oleh rasa iri hati.

Ini mungkin disebabkan karena orang yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memamerkan kehidupannya yang luar biasa. Post-post yang bermunculan dapat menyebabkan emosi dan menimbulkan pertanyaan, “Kenapa bukan aku?

7. Keseharian Menjadi Tidak Jelas

Karena sibuk memikirkan bagaimana memuaskan iri hatinya, maka orang akan menjalani kesehariannya dengan buruk. Mulai dari susah tidur, menjadi pemurung, selalu meresa gundah, gelisah, dan tidak bisa melakukan aktivitas yang seharusnya.’

Hal tersebut tentu juga dapat menyebabkan hal lainnya seperti susah menjalin persahabatan atau hubungan, selalu menayalahkan orang lain ataupun nasib, dan akan selalu merasakan bahwa semuanya tidak adil bagi dirinya.

Baca juga: (“Selalu Terserang Kaum Mendang-Mending“)

Kesimpulan

Semua orang mempunyai hidup yang terlihat sempurna. Rumput orang lain akan selalu tampak lebih hijau dibandingkan dengan rumput kita. Kita akan selalu merasa bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari apa yang kita miliki.

Baca juga: (“Iri Bilang Bos? Maaf, Tidak Ada yang Iri Kepadamu“)

 

Dan Akan Selalu Begitu

Refernsi: wikipedia, konworks.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *