8 Fakta Menarik Rasi Bintang yang Indah di Malam Hari

8 fakta menarik rasi bintang

Opolah~ Ah, aku sangat suka membahas sesuatu yang berkaitan dengan bintang. Membahas bintang itu menyenangkan, karena ya menyenangkan aja. Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya sendiri.

Sekumpulan bintang tersebut dapat berupa bintang, bintang biner, galaksi, dan rasi bintang. Rasi bintang atau konstelasi adalah kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu dan terletak berdekatan (dilihat dari Bumi). Di artikel ini, membahas beberapa fakta menarik rasi bintang.

Tanpa singsang-singsing, berikut fakta menarik rasi bintang:

1. Terdapat 88 Rasi Bintang yang Terdaftar

88 rasi bintang

Kredit: Go Astronomy

Rasi bintang yang umumnya dikenal masyarakat awam itu berjumlah 13. 12 rasi bintang yang biasa digunakan dalam zodiak dan 1 rasi bintang paling terkenal, Orion. Padahal, jumlahnya 7 kali lebih banyak tambah 4, yaitu 88 rasi bintang resmi.

Tepatnya pada tahun 1922, International Astronomical Union (IAU) mengakui secara resmi 88 rasi bintang atau konstelasi, 48 di antaranya berasal dari cacatan ahli astronomi Yunani kuno bernama Ptolemy, yang ia ditulis sekitar 150 Masehi.

Peta rasi bintang yang dirangkai oleh Ptolemy, sebagian besarnya hanya merangkai rasi-rasi bintang pada Belahan Bumi Utara atau Northern Hemisphere. Oleh karenanya, bintang-bintang yang hanya terlihat di kutub Selatan tidak terpetakan oleh Ptolemy.

Sejak saat itu, perburuan rasi bintang terus dilakukan. Pada 1551, para penjelajah asal Belanda yang bernama Gerardus Mercatu, Pieter Keyser, dan Frederick de Hautmann, menambah daftar rasi bintang di Belahan Bumi Selatan atau Southern Hemisphere.

Sayangnya perburuan itu belumlah cukup, hingga astronom asal Plandia bernama Johannes Havellius dan astronom asal Prancis bernama Nicolas Lous de Lacaille memetakan ulang rasi bintang yang tersisa dan menjadi seperti yang kita kenal sekarang.

2. Penamaan Rasi Bintang Sebagian Mengacu Pada Mitologi Yunani

rasi bintang menurut mitologi

Kredit: Pixabay

Hampir semua penamaan rasi bintang itu berasal dari mitologi Yunani. Coba perhatikan nama rasi bintang seperti Hercules, Hydra, Andromeda, Perseus, Orion, Pegasus, dan yang lainnya, dibaca orang awam saja sudah tahu bahwa nama itu berasal dari mitologi Yunani.

Alasan mengapa banyak rasi bintang yang mempunyai nama ke Yunanian dikarenakan penelitian dan pengamatan rasi bintang sudah dilakukan sejak masa Yunani kuno. Saat melakukan pengamatan bentuk rasi bintang, mereka mengaitkannya dengan legenda dan mitos yang ada di kebudayaan Yunani kuno.

Pada masa Yunani Kuno, jumlah rasi bintang yang dicatat hanya 48 rasi bintang. Pembuat pengelompokan rasi bintang tersebut adalah seorang ahli filsuf Yunani kuno bernama Aratus. Ia memaparrkan pengelompokkannya dalam buku berjudul “Phaenomena”.

Namun, pengelompokkan tersebut tidak dapat dioahami secara menyeluruh oleh orang Yunani pada saat itu karena penulisannya dibingkai dalam bentuk puisi Yunani kuno. Pengelompolam tersebut baru diartikan oleh Ptolemy setelah empat abad berlalu.

3. Rasi Bintang Juga Mengalami Terbit Tenggalam dan Bergerak Semu Seperti Matahari

rasi bintang terbit tenggelam

Kredit: Hawaiian Voyaging Traditions

Sama halnya dengan Matahari dan Bulan, rasi bintang tidak berdiam diri di satu tempat karena rotasi Bumi. Rasi bintang juga mengalami terbit dan tenggelam. Waktu terbitnya juga berubah-ubah setiap harinya dan menyebabkan rasi bintang yang tidak sama setiap malam.

Terbit dan tenggelamnya rasi bintang selalu empat menit lebih cepat dibandingkan dengan malam sebelumnya. Perubahan ini berjumlah 2 jam setiap bulan. Rasi bintang muncul di timur memiliki tingkat pergeseran harian mendekati satu derajat per hari.

Lebih lengkapnya cek artikel Penjelasan Gerak Semu Harian Bintang

4. Rasi Bintang Sebagai Penentu Musim

konstelasi leo

Suatu rasi bintang tidak selalu teramati di langit malam dan akan selalu berbeda-beda sepanjang tahunnya. Rasi bintang yang tampak pada malam hari ini akan berbeda dengan rasi bintang yang akan muncul 6 bulan ke depan.

Ini dikarenakan Bumi mengelilingi Matahari yang membuat suatu rasi bintang hanya teramati pada bulan-bulan tertentu. Rasi bintang yang bisa terlihat sepanjang tahun juga tergantung pada lokasi di mana pengamatannya.

Oleh karenanya, kemunculan suatu rasi bintang bisa menjadi penentu musim. Di Belahan Bumi Utara, rasi bintang Orion adalah rasi bintang yang muncul pada awal musim dingin. Sementara Leo muncul pada awal musim semi, juga Pegasus sebagai rasi bintang musim gugur.

5. Sebagian Rasi Bintang Memiliki Famili

famili rasi bintang

Kredit: Wikipedia

Famili rasi bintang dapat diartikan sebagai kelompok rasi bintang yang terletak di wilaya langit yang sama. Umumnya, nama famili suatu rasi bintang diambil dari nama rasi bintang yang paling menonjol.

Contoh famili rasi bintang adalah Famili Herkules yang memiliki 19 rasi bintang, Famili Ursa Major yang memiliki 10 rasi bintang, Famili Perseus yang memiliki 9 rasi bintang, dan Famili Orion yang memiliki 5 rasi bintang,

Famili yang paling terkenal adalah Famili Zodiak yang sangat umum dikenal masyarakat, berisikan 12 rasi bintang yang dimulai dari Akuarius, Kaprikornus, Sagitarius, Skorpius, Libra, Virgo, Leo, Cancer, Gemini, Taurus, Aries, dan PIses.

Famili Zodiak terkenal karena sering dikaitk-kaitkan dengan suatu ramalan. Coba cek artikel Pembahasan Apa itu Efek Barnum dan Dampaknya.

6. Famili Orion Digunakan Sebagai Penentu Waktu Bercocok Tanam

orion opolah

Kredit: Creative Commons/Tony873004

Orion sering digunakan untuk menunjukan arah. Di Indonesia sendiri, rasi bintang Orion sangat membantu nenek moyang kita dalam menentukan kapan waktu akan tanam dan kapan waktu akan panen.

Memanfaatkan rasi bintang Orion itu dengan cara melakukan pola hitung rumit yang disebut hitungan mangsa atau nenek moyang kita menyebutnya dengan Waluku. Dari hasil perhitungan, dapat diketahui kapan waktu bercocok tanam yang tepat.

7. Hydra adalah Rasi Bintang Terbesar

konstelasi hydra opolah

Rasi bintang Hydra adalah rasi bintang terbesar yang ada di langit. Rasi bintang yang berada di langit sebelah selatan ini dikelilingi oleh 14 rasi bintang. Rasi bintang yang mengelilinginya adalah Cancer, Canis Minor, Centaurus, Leo, Virgo, Corvus, Antlia, Crater, Sekstan, Piksis, Puppis, Libra, Lupus, dan Monoseros.

Ujung kepala Hydra berada di dekat rasi bintang Cancer, sedangkan ekornya berada di antara rasi bintang Centaurus dan Libra. Besarnya rasi bintang Hydra dibuktikan dengan memiliki 17 bintang utama dan 13 di antaranya memiliki planet.

Dalam rasi bintang Hydra terdapat galaksi spiral yang besar. Galaksi tersebut mempunyai nama Messier 83.

8. Crux adalah Rasi Bintang Terkecil

rasi bintang crux

Kredit: Christopher J

Jika Hydra menjadi yang terbesar, Crux menjadi rasi bintang terkecil dari 88 rasi bintang resmi. Rasi bintang Crux hanya menempati area yang hanya selua 68 derajat persegi di langit bagian selatan. Rasi bintang ini berbentuk seperti salib.

Crux memiliki lima bintang terang. Bintang tersebut adalah Acrux, Mimosa, Gacrux, Delta Gruci, dan Zeta Grucis. Crux dapat selalu dilihat sepanjang tahun dari Australia dan Selandia Baru. Penyebabnya karena posisi kedua negara tersebut berdekatan dengan posisi Crux di langit.

 

Nah, itulah beberapa fakta menarik rasi bintang. Aku harap dengan membaca artikel ini, kamu dapat menambah wawasan terhadap dunia perbintangan yang menyenangkan sekaligus luar biasa.

 

Happy Stargazing

0

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *