Apa Saja Kriteria dan Syarat Planet Layak Huni

planet layak huni
Kredit: © NASA/Ames Research Center/Daniel Rutter

Opolah~ Perkembangan teknologi memudahkan astronom untuk berburu planet di alam semesta. Oleh karenanya, sekarang ini berita tentang penemuan planet yang menyerupai Bumi sangatlah sering. Sebagian di antaranya disebut planet layak huni dan ada kehidupan aliennya.

Sekedar info, layak dan laik itu berbeda. Layak berarti wajar; pantas; patut; mulia; terhormat. Laik berarti harus memenuhi persyaratan yang ditentukan; patut; pantas. Tetapi, tidak perlu memikirkan masalah tersebut (gunakan layak saja).

Sejak dahulu, manusia sering berandai-andai menemukan keberadaan dunia lain di luar Bumi. Pada era modern juga, pencarian kehidupan di Bumi lain terus dilakukan. Memang belum ada planet yang ditemukan memiliki kehidupan seperti Bumi, hanya sebatas layak huni.

Planet yang paling sering dikatakan layak huni adalah planet Mars dan Kepler-186. Bahkan, saat ini kandidat planet layak huni sangatlah banyak. Tetapi, apakah planet tersebut memang layak huni dan tidak berbahaya bagi penghuninya?

Bagaimana Kriteria Planet Layak Huni?

Planet layak huni dan berpenghuni selain Bumi mungkin memang ada. Permasalahannya adalah cara menemukannya. Planet di galaksi kita sendiri mencapai triliunan. Meneliti lebih lanjut satu persatu planet yang ada jelas tidak memungkinkan.

Untuk memperkecilnya, mencari planet yang layak huni atau bahkan mempunyai kehidupan, planet tersebut harus memenuhi kriteria yang paling tidak hampir sama dengan Bumi. Alasannya jelas, karena Bumi kita ini sempurna untuk menjadi landasan dasar pencarian planet layak huni.

Planet itu memiliki ukuran yang sangat kecil dibandingkan dengan bintang. Bintang tampak dari Bumi sebagai titik cahaya, sedangkan planet di luar tata surya hampir tidak terlihat. Untuk itu, para astronom mencari keberadaan planet dengan cara mengamati perilaku bintangnya.

Dalam rencana astrobiologi NASA, mendefinisikan kriteria kelayakhunian paling utama sebagai “daerah luas untuk air, kondisi yang baik untuk terhubungnya molekul-molekul organik kompleks, dan sumber energi untuk menyokong metabolisme.”

ilustrasi planet layak huni

Kredit: space.com

Planet Bumi menjadi acuan untuk planet yang layak huni. Semua kriteria harus terpenuhi, tetapi masalahnya kriteria itu sangat susah untuk dipenuhi. Apa saja itu?

Air berwujud cair

Ya, air adalah sumber kehidupan. Semua yang hidup itu membutuhkan air dalam bentuk cair, bukan air dalam bentuk gas dan es. Air dalam wujud cair haruslah melimpah dan “tidak terbatas” untuk menopang kehidupan yang ada.

Bumi sendiri mempunyai permukaan yang ditutupi air sekitar 2/3 bagian. Planet yang mempunyai air dalam wujud cair di permukaan menjadi syarat utama untuk mencari planet huni dan tidak menutup kemungkinan adanya kehidupan di dalamnya.

Posisi dari bintangnya

Planet harus berada pada jarak yang tepat dari bintangnya atau berada pada area yang disebut zona habitasi atau Goldilocks Zone. Bumi sendiri berada pada zona habitasi, yang berarti Bumi dapat menahan agar air tetap dalam keadaan cair.

Jika terlalu dekat, maka air di planet tersebut akan menguap. Jika terlalu dingin, maka air di planet tersebut akan terkunci menjadi es. Semakin panas bintang, maka Goldilocks Zone akan semakin jauh dari bintangnya begitupula sebaliknya.

Massa seperti Bumi

Massa juga hal terpenting, dikarenakan jika massa suatu planet cukup besar, maka gravitasinya cukup kuat untuk menahan air dan udara. Jika masasa planet terlalu besar, maka gravitasinya terlalu kuat dan akan sulit untuk membentuk kehidupan.

Jika massanya terlalu kecil, maka planet tidak akan mampu menahan air. Air akan terbang kemana-mana. Sebagai perbandingan, massa yang cukup ideal bagi planet layak huni adalah sekitar 0.7 sampai 1.5 dari massa Bumi.

Bintang pusat tipe G atau katai merah

Mencari planet layak huni pada bintang yang mirip Matahari yang merupakan bintang tipe G. Bisa juga mencarinya di sekitar bintang katai merah. Bintang seperti Matahari dianggap ideal untuk sebuah planet layak huni, tentu karena bintang seperti Matahari itu stabil.

Alasannya, karena bintang bertipe G memiliki waktu hidup beberapa milyar tahun. Bintang katai merah juga memiliki usia yang cukup panjang. Pada saat itu juga, bintang memberikan waktu yang cukup untuk planet disekitarnya dalam hal memulai kehidupan dan berevolusi.

Jarak dari pusat galaksi

Jarak planet ke pusat galaksi haruslah tepat. Jika terlalu dekat, maka radiasi innti galaksi terlallu tinggi dan akan membahayakan kehidupan. Selain itu, di dekat inti galaksi banyak terdapat bintang berspekral O yang mempunyai warna biru, beradiasi tinggi dan bersuhu tinggi.

Jika terlalu jauh, maka perlindungan medan magnet galaksi dari radiasi antar galajsi akan melemah. Planet yang terlalu jauh dari pusat galaksi dapat terkena radiasi antar galaksi. Jarak seperti Bumi lah yang sangat ideal.

Medan magnet

Medan magnet sebuah planet dibutuhkan untuk melindungi kehidupan dan zat-zat penunjang kehidupan dari radiasi bintang pusat. Medan magnet harus kuat dan bisa menepis radiasi dan angin bintang atau stellar wind.

Jika medan magnet terlalu lemah, maka atmosfer akan tertiup oleh angina bintang dan radiasi akan sampai ke permukaan dan membahayakan kehiduoan di dalamnya. Contohnya seperti Mars yang hanya melindungi beberapa daerah.

Atmosfer planet

Atmosfer harus memiliki unsur yang tepat untuk menopang kehidupan, misalnya oksigen, nitrogen, metana, uap air, amonia, karbon dioksida, dan lainnya. Jika unsur atmosfer tidak tepat (missal mengandung unsur beracun dan mengandung asam), maka kehidupan sulit berkembang.

Molekul penetralizir radiasi seperti ozon dan ion-ion juga dibutuhkan agar radiaasi tidak memecah molekul penyusun kehidupan. Jika atmosfer terlalu tebal, planet akan membuat efek rumah kaca dan planet akan sangat panas. Jika atmosfer terlalu tipis, maka planet akan membahayakan penghuninya.

Planet padat

Planet tersebut haruslah planet bebetuan atau planet padat agar kehidupan dapat berpijak. Jika planet tersebut memiliki permukaan yang padat, maka planet tersebut juga dapat menampung air di permukaannya.

Planet gas tidak memiliki permukaan padat, sehingga kehidupan tidak memiliki tempat berpijak. Jika planet tersebut merupakan planet gas, maka sangat mustahil bagi planet tersebut untuk menampung airnya di permukaan.

Fakta Unik dan Kesimpulan

Galaksi kita mempunyai 400 milyar bintang dan 7% di antaranya merupakan bintang tipe G. Jika dihitung, sekitar 28 milyar bintang merupakan tipe G. Dan dari 5 bintang tipe G pasti ada satu planet serupa dengan Bumi, yang jika dihitung ada 6 milyar planet.

Mencari planet layak huni haruslah mempunyai ciri-ciri yang dimiliki Bumi. Ya, karena Bumi satu-satunya planet yang diketahui mempunyai kehidupan di dalamnya. Walaupun ada 6 milyar planet mirip, Bumi kita merupakan yang paling sepesial. So,

 

Rawatlah Bumi Kita Karena Bisa Jadi Bumi Merupakan Satu-Satunya Planet Layak Huni Di Alam Semesta!

5+

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *