Awan Oort Tempat Tinggal Komet

Awan Oort Tempat Tinggal Komet Opolah

Apa itu Awan Oort?

Opolah~ Di luar orbit Planet Neptunus adalah Sabuk Kuiper, wilayah luar angkasa yang nyaris hampa membentuk struktur cincin mengelilingi matahari. Jika kamu menganggap Sabuk Kuiper adalah tepi terluar tata surya kita. Tunggu dulu, di luar Sabuk Kuiper masih ada Awan Oort tempat tinggal komet.

Awan Oort adalah cangkang spheroid raksasa yang mengelilingi tata surya kita. Awan Oort menyerupai gelembung raksasa tebal di sekitar tata surya yang mengandung benda-benda es angkasa seperti komet. Ukurannya sendiri setara dengan sebuah gunung.

Astronom meyakini Awan Oort adalah selubung es raksasa yang melingkupi Tata Surya. Selubung ini tersusun dari komet-komet atau obyek-obyek dingin dan beku dengan materi yang berasal dari masa lalu alam semesta.

Astronom Dibaliknya

Tahun 1932, astronom Estonia Erns Opik pernah menduga keberadaan awan komet. Pada tahun 1950, seorang astronom Leiden yang dikenal senagai Jan Oort mengusulkan bahwa awan berbentuk bola yang terdiri dari banyak planetesimals es ada di luar tata surya kita. Wilayah ini lalu diberi nama Awan Oort atau Oort Cloud yang berasal dari nama Jan Oort, juga disebut Awan Opik-Oort.

Jan Oort mulai melakukan perhitungan menggunakkan data orbit 19 komet berperiode panjang yang sudah terbukti akurat. Hasil perhitungannya, walaupun komet-komet periodik tersebut melintasi area bagian dalam tata surya pada jarak yang berbeda-beda dari Matahari, tetapi titik terjauh komet-komet tersebut berada pada jarak yang sama, yakni 3 triliun km.

Jan Oort kemudian menyimpulkan bahwa pada area tersebut terdapat waduk raksasa yang menampung komet-komet tersebut. Komet yang ada di waduk tersebut akan mengunjungi area tata surya ketika ada gangguan yang terjadi saat ada bintang yang melintas di dekatnya.

Pada tahun 1980-an, Martin Duncan, Scott Tremaine, dan Thomas Quinn melakukan sebuah simulasi. Dari hasil simulasi, memperlihatkan Awan Oort memang terbentuk sebagai bagian dari perjalan panjang pembentukan tata surya.

Letak dan Ukuran

Awan Oort Tempat Tinggal Komet Opolah

Kredit Wikimedia

Untuk mempermudah perhitungan dan angka nol, para astronom menggunakkan satuan AU. AU atau Astronomical Unit berarti jarak Bumi ke Matahari. 1 AU sama dengan 150 juta kilometer.

Awan Oort diperkirakan terletak sekitar 2.000-5.000 AU dari Matahari. Orbit Pluto sendiri terletak pada 30-50 AU. Para astronom menyakini bahwa Awan Oort membentang dari 100.000-200.000 AU atau mencapai setengah dari jarak menuju bintang Proxima Centauri.

Sebagai perbandingan mudahnya, dibutuhkan sekitar 8 menit cahaya Matahari sampai ke Bumi dan sekitar 4,5 jam untuk sampai ke Neptunus. 3 jam kemudian, cahaya Matahari sudah sampai di tepi luar Sabuk Kuiper.

12 jam, cahaya Matahari telaj mncapai heliopause. Heliopause sendiri merupakan wilayah angin surya dan merupakan perbatasan ruang antarbintang. Setelah 10-28 hari, cahaya Matahari mencapai tepi terdalam Awan Oort, dan kemudian membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun lagi untuk cahaya Matahari keluar dari Awan Oort.

Masih bingung? Kita gunakan Voyager 1 yang merupakan objek buatan manusia terjauh untuk saat ini, memiliki kecepatan 1 juta mil per hari. Voyager 1 akan memasuki Awan Oort bagian dalam setelah 300 tahun, kemudian membutuhkan waktu 30.000 tahun lagi untuk keluar darinya.

Asal Mula

Awan Oort terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun lalu ketika tata surya kita berevolusi. Propotoplanet merupakan bahan utama pembentukan sebuah planet. Dari terbentuknya Matahari juga planet-planet, ada interaksi antara obyek yang saling berpapasan dan bertabrakan untuk membentuk sebuah planet baru.

Obyek yang berada di Awan Oort merupakan sisa dari disc protoplanet atau sisa puing-puing planet di sekeliling matahari. Kemudian, terlontar keluar dari bagian tata surya kita saat berpapasan dengan Jupiter. Obyek-obyek yang berada di Awan Oort bukan hanya berasal dari puing-puing tata surya kita. Ada juga yang berasal dari sistem surya lain yang tertarik gravitasi Matahari.

Sebagai Rumah Komet Periode Panjang

Awan Oort Tempat Tinggal Komet Opolah

Kredi ESA

Komet-komet yang telah mengelilingi matahari biasanya berasal dari Awan Oort. Awan Oort sendiri mengandung milyaran komet, bahkan bisa jadi sampai triliunan komet. Oleh karena itu, Awan Oort sendiri sering disebut waduk komet. Ya, Awan Oort tempat tinggal komet.

Jika komet periode pendek berasal dari Sabuk Kuiper, komet jenis Halley dan komet periode panjang lainnya diperkirakan berasal dari Awan Oort. Komet keluarga Jupiter dan Centaur juga diperkirakan berasal dari Awan Oort.

Dua sampel terkhir yaitu komet C/2012 S1 (ISON) dan C/2013 A1 Siding Spring. ISON hancur saat terlalu dekat dengan Matahari. Sedangkan, Siding Spring hanya melintasi Mars dalam jarak dekat. Siding Spring akan mengunjungi wilayah terdalam tata surya sekitar 740.000 lagi.

Bukan hanya komet saja, para astronom mengusulkan adanya benda berbatu di Awan Oort setelah menemukan asteroid 1996 PW. Asteroid ini memiiki orbit yang biasanya terlihat pada komet isotropik.

Apakah hanya sekedar hipotesis?

Jawabannya iya, walaupun para astronom telah mempelajari beberapa komet yang diyakini berasal dari Awan Oort.

 

Sebagian besar isi artikel diambil dari Oort Cloud: In Depth.

Terima kasih kepada NASA dan para astronom.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *