Lebih Jauh Tentang Bintang Sirius

Letak Sirius

Opolah~Apakah kamu suka mengamati langit pada malam hari dan meratapi nasib? Kamu pasti melihat bintang yang sangat terang, walaupun polusi cahaya yang parah dan bulan pada posisi purnama. Ya, itu adalah bintang Sirius atau Alpha Canis Majoris.

Bintang ini menjadi salah satu bintang yang dapat dipotret kamera ponsel pada mode normal. Sirius berasal dari bahasa Yunani Seirios yang berarti amat panas. Sedangkan nama lain Sirius antara lain: bahasa Latin Canicula, bahasa Arab as-syi ra, bahasa Sansekerta Mrgavyadha, dan bahasa Jepang Aobosh.

Sirius berada pada konstelasi Canis Major atau Anjing Besar. Jika Sirius dilihat dari Bumi bukan Mars, maka bintang ini bermagtido tampak -1.46.

Sirius hampir dapat dilihat dari berbagai penjuru Bumi, baik bumi bagian selatan maupun utara. Sirius akan sangat terang pada tengah malam bulan Desember sampai Januari.

Sirius memilik warna putih-biru dan terkadang berkedip-kedip selalu berubah warna. Oleh sebab itu, Sirius juga sering diindentifikasi sebagai UFO.

Sebenarnya Sirius bukanlah sebuah bintang, melainkan sistem bintang biner yang terdiri dari Sirius A dan Sirius B. Sirius A sebagai bintang deret utama atau bintang katai.

Pada 1844 Friedrich Wilhelm Bessel menyimpulkan bahwa Sirius bukanlah sebuah bintang, ini berdasarkan dari gerak dirinya. Benar saja, pada 1862 Alvan Graham Clark menemukan bintang redupnya yang kemudian dikenal sebagai “Sang Anak Anjing” atau Sirius B.

Sirius A memiliki magnitudo mutlak -1.4. Bintang ini memiliki massa matahari sekitar 2.063 dan radius matahari 1.711 atau 1,4 juta km. Berotasi dengan kecepatan 16 km/s dan memiliki suhu kurang lebih 9.000° celcius.

Sirius B merupakan katai putih dan memiliki diameter hampir sama dengan bumi sekitar 12.000 km, bermassa hampir sama dengan matahari 98%, dan bermagnitude mutlak 8.4. Usianya sendiri hampir sama dengan Sirius A yaitu sekitar 228 juta tahun.

Pengamatan baru-baru ini menunjukkan Sirius semakin mendekati dengan sistem tata surya kita. Dipastikan juga akan jauh lebih terang melebihi planet kedua dari matahari.

Sirius merupakan sistem bintang paling dekat dengan bumi dengan jarak 8,6 tahun cahaya. Dengan kata lain, melihat Sirius sama dengan menatap jauh 8,6 tahun yang lalu.

Sirius sangatlah fungsional dan banyak disebutkan dalam sejarah manusia. Dibuktikan dengan penemuan artefak dari peradaban lampau.

Para pelaut Pasifik dan nenek moyang kita menggunakkannya sebagai navigasi laut. Sedangkan, di Yunani kuno Sirius menjadi tanda datangnya musim panas.

Sirius dianggap sebagai Dewi Isis atau Dewi kesuburan oleh peradaban Mesir kuno. Kemunculannya menjadi pertanda bahwa Sungai Nil akan meluap. Ini menyebabkan tanah menjadi subur untuk bercocok taman. Masyarakat Mesir kuno juga menggunakkannya sebagai kalender yang cukup akurat pada masanya.

Sirius juga diamati dan dipuja oleh bangsa Babilonia. Begitu juga dengan bangsa lainnya, mempunyai kebudayaan dan presepsi tersendiri mengenai Sirius.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *