Lubang Hitam di Pusat Galaksi Bima Sakti

lubang hitam di pusat galaksi bima sakti
Kredit: nasa.gov

Opolah~ Pada 1974, seorang fisikawan Inggris bernama Sir Martin Ress mengungkapkan bahwa lubang hitam supermasif kemungkinan berada di pusat galaksi. Pusat galaksi Bima Sakti, diketahui mempunyai lubang hitam supermasif yang kemudian dikenal sebagai Sagitarius A*.

Lubang hitam supermasif berarti sejumlah besar massa yang dikemas ke dalam ruang kecil, jauh lebih kecil daripada sebuah objek yang terbuat dari atom atau partikel-partikel lainnya. Mudahnya lubang hitam dengan massa ratusan sampai miliaran kali massa matahari.

Sagitarius A* (pengucapan “Sagitarius A-Star) atau Sgr A* adalah bagian dari pusat galaksi Bima Sakti yang sangat cerah dan merupakan bagian dari Sagitarius A. Observasi bintang S2 yang mengorbit Sagitarius A* telah menunjukan adanya lubang hitam supermasif di pusat Bima Sakti dan Sagitarius A* lah yang menjadi lubang hitamnya.

Observasi Sagitairus A*

Sagitarius A* ditemukan oleh astronom Bruce Ballick dan Rovert Brown pada tanggal 13 dan 15 Februari 1974. Nama Sagitarius A* diciptkan oleh Brown karena keadaan tereksitasi dari atom dengan tanda bintang dan karena memang terlihat dari arah rasi Sagitarius.

Pada November 2004, sebuah tim astronom melaporkan bahwa lubang hitam bermassa menengah GCIRS 13E, mengorbit Sagitarius A* dengan jarak 3 tahun cahaya dan bermassa 1.300 kali massa Matahari. Penemuan ini menambahkan gagasan bahwa lubang hitam supermasif tumbuh dengan menyerap lubang hitam kecil disekitarnya.

Selama 2012, Observatorium sinar-X Chandra menumpulkan sekitar lima minggu pengamatan untuk menangkap gambar sinar-X yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tanda energi multi-juta derajat gas yang berputar-putar di sekitar Sagitarius A*.

“Kurang dari 1% dari materi awalnya dalam pengaruh gravitasi lubang hitam mencapai horizon peristiwa, atau point of no return, karena banyak dari itu dikeluarkan. Akibatnya, emisi sinar-X dari bahan di dekat Sgr A * sangat redup, seperti yang terjadi pada sebagian besar lubang hitam raksasa di galaksi di alam semesta terdekat.”

“Upaya menggunakan teleskop radio untuk mengamati dan memahami ‘bayangan’ yang dilemparkan oleh horizon peristiwa Sgr A * dengan latar belakang sekitarnya, materi bercahaya. berguna untuk memahami dampak yang mungkin terjadi pada bintang dan awan gas yang mengorbit dengan materi yang mengalir menuju dan menjauh dari lubang hitam,” tulis NASA.

Para astronom mampu mengamati Sagitarius A* dalam spektrum optik. Beberapa peneliti telah berusaha untuk menggambarkan Sagitarius A* dalam spektrum radio dengan menggunakan interferometri dasar yang sangat panjang.

Lubang Hitam di Pusat Galaksi Bima Sakti, Sagitarius A*

Lubang hitam di pusat Bima Sakti ini mempunyai massa sekitar 4,6 juta kali massa Matahari kita. Sagitarius A* mempunyai diameter sekitar 25 juta kilometer atau hampir setara dengan setengaj orbit planet Merkurius.

Jaraknya sendiri dengan Bumi sekitar 26.000 tahun cahaya dan mempunyai besaran magnitudo mutlak 25. Oleh karenanya, Sagitarius A* menjadi salah satu dari sedikit lubang hitam di alam semesta dimana dapat diamati aliran materi di sekitranya.

Selama ini, kita berpikir bahwa lubang hitam menghisap semua materi yang berada di sekitarnya. Lubang hitam mempunyai gravitasi yang sangat kuat sehingga dapat menghisap semua materi temasuk cahaya.

Materi antariksa yang dihisap oleh lubang hitam merupakan objek yang berada dalam horizon peristiwa. Horion peristiwa berarti batas dari gravitasi lubang hitam. Bintang, planet, atau materi lain yang di luar horizon peristiwa tidak terhisap lubang hitam.

Andaikan Matahari adalah lubang hitam, mulai dari Venus dan seterusnya tidak akan terhisap oleh Matahari dan hanya mengorbitnya. Tetapi, planet Merkurius yang dapat dihisap oleh Matahari karena berada di horizon peristiwa.

Setiap bintang yang memasuki horizon peristiwa Sagitarius A* akan dihisap, sedangkan yang berada di luar horizon peristiwa akan mengorbit Sagitarius A* dengan cepat. Contohnya yaitu bintang S2, bintang ini hanya mengorbit lubang hitam Sagitarius A*.

Pusat galaksi kita sangatlah terang, harusnya gelap karena adanya lubang hitam. Tentu, tetapi karena disekitar Sagitarius A* terdapat bintang-bintang tua, pusat galaksi kita menjadi sangat terang. Bintang-bintang ini mempunyai jumlah yang sangat banyak sekali.

Dalam sekitar 3,3 tahun cahaya dari pusat galaksi kita, terdapat sekitar 10 juta bintang. Dengan kata lain, bintang itu saling berdempetan sekitar satu minggu cahaya. Jika Bumi di spwan ulang di sekitar pusat galaksi, maka kita tidak membutuhkan lagi yang namanya Matahari.

2+

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *