Mengapa Bintang Betelgeuse Akan Meledak

Bintang Betelgeuse Akan Meledak opolah

Opolah~ Bintang Betelgeus (Beetle-Juice) merupakan bintang maha raksasa merah yang terang. Tetapi, beberapa waktu lalu bintang yang berada di konstelasi Orion ini mulai berperilaku aneh. Cahaya dari bintang Betelgeuse tiba-tiba meredup. Diprediksi, bintang Betelgeuse akan meledak.

Sebelum lanjut membaca, alangkah lebih baik baca terlebih dahulu artikel: Mengenal Bintang Batelgeuse.

Betelgeuse berada di posisi ke-9 dari 10 bintang paling terang di langit malam. Mulai Oktober 2019, bintang ini meredup secara signifikan dan saat ini tingkatannya mencapai 2,5 kali lebih redup dari biasanya.

Sehingga, bintang ini telah keluar dari dafrar 10 bintang paling terang bahkan tidak masuk dalam 20 besar atau lebih tepatnya di posisi ke-23. Wajar peredupan bintang ini mencapai sekitar 36% dari terangnya, mudah sekali untuk dikenali mata kita.

“Sekarang garis besar Orion sangat berbeda dengan Betelgeuse yang begitu redup,” kata Ed Guinan, seorang profesor astronomi di Universitas Villanova Amerika Serikat sekaligus penulis utama “The Fainting of the Nearby Supergiant Betelgeuse” yang telah terbit pada 8 Desember lalu.

Apakah Bintang Betelgeuse Akan Meledak?

perbandingan betelgeuse Bintang Betelgeuse Akan Meledak

Kredit: ESO/M. Montargès et al.

Bintang-bintang yang sangat masif seperti Betelgeus mempunyai jangka hidup yang relatif pendek dibandingkan dengan Matahari kita. Betelgeus mempunyai umur sekitar 8,5 juta tahun (tidak akan lebih dari 10 juta tahun), sebelumnya para astronom sudah tahu bahwa bintang ini akan berakhir.

Semakin lama bintang akan kehabisan bahan bakar hidrogennya, begitu pula dengan Betelgeuse. Betelgeus semakin lama kehabisan hidrogen, kemudian Betelgeuse mengembang dan berubah warna menjadi memerah.

Meredupnya sang Betelgeuse membuat bertanya-tanya apakah bintang ini akan meledak. Sama halnya dengan bintang raksasa lainnya, Betelgeuse akan meledak suatu saat nanti. Ledakan ini akan menjadi peristiwa yang sangat energetik di Alam Semesta.

Redupnya Betelgeuse begitu mengejutkan. Pengamatan yang dilakukan oleh Guinan dan kawan-kawan yang telah dilakukan sejak 1980, bintang ini tidak pernah redup secara agresif dalam setengah abad terakhir. Tidak heran, ilmuwan menyebut redupnya Betelgeuse dikarenakan akan meledak.

Karena kehabisan bahan bakar, Betelgeuse bisa runtuh dengan sendirinya. Gravitasi Betelgeuse yang sangat kuat menarik inti bintang ke dalam dirinya sendiri, sehingga mengalami kontraksi, menyebabkannya memanas, menjadi lebih padat, dan mengalami tekanan hebat. Hal ini yang menjadi pemicu ledakan supernova.

Ledakan ini akan masuk kategori supernova Tipe II:keruntuhan bintang ultra-masif. Fenomena ini akan membuat Betelgeuse sangat terang dalam beberapa pekan, naik ke kecerahan maksimum yang secara intrinsik milyaran kali kecerahan Matahari.

Supernovanya juga dapat bertahan pada kecerahan maksimum selama beberapa bulan dan bisa terlihat di siang hari. Kecerahanya juga menyaingi kecerahan Bulan saat fase purnama. Bahkan, terang Betelgeuse akan melebihi terang seluruh galaksi.

Bagaimana dengan Nasib Bumi Nanti?

Tidak akan ada dampak yang dirasakan Bumi yang ditimbulkan dari meledeknya Betelgeuse. Memang Betelgeuse itu sangat dekat dalam skala kosmis, tetapi bintang ini sangat jauh yaitu sekitar 700 tahun cahaya, tidak akan dapat membahayakan Bumi.

Para astronom menghitung bahwa dibutuhkan sekitar enam juta tahun untuk gelombang kejut dan puing-puing dingin untuk menyebar mencapai tata surya kita. Gelembung pelindung Matahari akan melindungi kita dari partikel energik Betelgeuse yang berhampuran.

Medan magnet Bumi juga akan dengan mudah menangkis partikel energik yang berasal dari luar angkasa. Dengan jarak Betelgeuse yang sangat jauh, radiasi energi yang sampai Bumi akan sangat rendah kepadatannya sehingga tidak akan terlalu Bumi.

Mungkin hanya berdampak hangusnya lapisan ozon yang disebabkan radiasi violet dari ledakan supernova Batlegeuse. Tetapi, hal ini juga tidak terlalu berdampak terhadap kehidupan di Bumi. So, tidak usah khawatir.

Mengutip Phil Plait dari Bad Astronomy, “jika ada supernova yang bisa mengancam manusia dengan hujan partikel atau bahkan menggoreng manusia dengan cahayanya, maka ia harus berada pada jarak 25 tahun cahaya. Dan Betelguese berada 25 kali lebih jauh dari jarak itu. Artinya lagi kekuatannya untuk bisa menyakiti manusia akan berkurang 600 kali”.

Fakta Menarik Meledaknya Betelgeuse

Saat meledak nanti, Betelgeus akan jauh lebih dekat dengan supernova yang pernah diketahui umat manusia sebelumnya. Tetapi, tidak diketahui dengan jelas kapan meledaknya.

Bisa jadi Bintang ini sudah meledak sejak dahulu. Tetapi dikarenakan jarak Betelgeuse dengan Bumi sekitar 700 tahun cahaya, maka butuh 700 tahun pula untuk dapat disaksikan oleh penduduk Bumi.

Menurut Guinan, ledakan supernova Betelgeuse tidak mungkin terjadi dalam waktu yang dekat. Setidaknya ledakan akan terjadi pada 100 ribu sampai 300 ribu tahun lagi.

Fakta lainnya adalah supernova pernah terjadi sebelumnya pada tahun 1604, 1572, 1054, dan 1006. Dibandingkan Batlegeuse, tidak ada satupun dari supernova tersebut yang cukup dekat dengan Bumi.

Bahkan Kepler’s Supernova yang terjadi pada 1604, memiliki jarak 10 kali lipat dari Bumi dibandingkan dengan jarak Bumi dengan Betelgeuse.

Betelgeus mempunyai diameter mencapai 900 kali diameter Matahari. Seumpama Betelgeus mengganti Matahari kita, maka ukurannya akan memenuhi tata surya sampai Jupiter.

Yap, Betelgeuse kemungkinan hanya tengah mengalami siklus meredup dan mencerah selama ribuan tahun secara teratur. Tingkat rendahnya penurunan cahaya Betelgeuse bisa saja hanya dinilai sebagai bagian dari masa hidup bintang ini.

2+

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *