Menuju dan Menyinggahi Planet Proxima b

planet proxima b
Kredit: space.com

Opolah~ Triliunan planet diperkirakan tersebar di galaksi Bima Sakti. Sejak ilmu astronomi dicetuskan, manusia terus mencari planet-planet yang berada di luar tata surya kita. Dengan harapan, suatu saat nanti kita bisa menyinggahi planet selain Bumi.

Perlu diketahui, planet-planet yang berada di luar tata surya disebut sebagai eksoplanet atau exoplanet. Mencari eksoplanet bukanlah pekerjaan yang mudah, karena planet mempunyai tingkat kecerahan yang sangat redup. Tetapi, hal tersebut tidak mematahkan semangat para astronom.

Hingga pada Agustus 2016, planet pertama telah ditemukan mengorbit bintang tetangga Matahari, Proxima Centauri. Planet ini bernama Proxima Centauri b (sering disebut Proxima b) yang diperkirakan dapat ditinggali oleh manusia di masa mendatang.

Penemuan Proxima b

Proxima b ditemukan dengan menggunakan metode kecepatan radial (spektroskopi Doppler), di mana pergeseran Doppler periodik dari garis-garis spektrum sebuah bintang menunjukkan sebuah objek yang mengorbit bintang Proxima Centauri.

Dari menggunakan metode ini, kecepatan radial bintang induk relative terhadap Bumi adalah berbeda-beda dengan amplitude sekitar 2 meter per detik. Penelitian ini memerlukan waktu setidaknya selama 10 tahun.

Sebenarnya planet ini sudah terlihat pada tahun 2013. Tetapi, belum ditemukan bukti yang cukup kuat akan keberadaannya. Penelitian terakhir dari proyek Pale Red Dot, akhirnya mendeteksi keberadaan planet ini yang melintas di depan bintang Proxima Centauri.

Tim ESO kemudian mengumumkan melalui telkonferensi oleh perwakilan proyek Pale Red Dot. Para peneliti mengatakan bintang tersebut berubah ubah tingkat kecerahannya, sehingga membuat cahayanya meniru bentuk planet yang mengganggu pengamatan.

Proxima b

Eksoplanet ini hanya berjarak 4,2 tahun cahaya (40 triliun km) dari Bumi, dimana merupakan jarak yang cukup dekat dalam skala kosmik. Massa planet ini sekitar 1.27 kali massa Bumi. Proxima b mengorbit bintang katai/dwarf/kerdil Proxima Centauri.

Proxima b berada di rasi bintang Centaurus. Planet ini mempunyai radius 1.08 kali radius Bumi. Proxima b membutuhkan waktu 11.2 hari untuk menyelesaikan satu kali putaran mengelilingi bintang induknya yang hanya berjarak 0.0485 AU (1 AU= 150 km).

Hal tersebut membuat Proxima b mendapat gaya gravitasi yang terlalu besar karena. Kemungkinan Proxima b tidak dapat berotasi. Permukaan yang menghadap bintang induknya akan terkunci. Sehingga siang akan tetap siang, malam akan tetap malam.

Jika orbitnya sedikit eksentrik, proxima b akan mengalami resonansi orbital 3:2, yang berarti tiga kali rotasi planet untuk setiap dua kali orbit. Mudahnya, rotasi Proxima b seperti rotasi Bulan yang selalu mempunyai muka yang “itu-itu saja”.

Proxima b berada jarak cukup dekat dengan bintang induknya. Tetapi karena bintang induknya yang kecil dibandingkan dengan Matahari dan hanya mempunyai suhu 2800 derajat celcius, Proxima b berada di sebuah zona yang disebut Goldilock Zone (Habitable Zone) atau zona layak huni.

Oleh karenanya, planet Proxima b tidak membuat air menjadi beku dan menguap. Dengan kata lain, planet ini mempunyai suhu yang ideal untuk mempertahankan air dalam bentuk cair pada permukaan planet.

Proxima B memiliki cuaca dan wilayah di permukaan yang tertutup oleh air. Lapisan atmosfer dan lautan dinamis yang mampu mensirkulasi secara efektif suhu panas dari sisi siang hari ke sisi malam. Sehingga, akan tetap ada aliran air yang bertahan di sekitar khatulistiwa.

Jika Menyinggahi Planet Proxima b

Ilustrasi planet proxima b

Kredit: space.com

Rencananya, dengan menggunakan Starshot, perjalanan menuju Procima Centauri dan Proxima b hanya memamakan waktu 20 tahun. Starshot menggunakan beberapa laser kuat untuk mendorongnya. Kecepatan Starshot akan mencapai 60.000 km per detik.

Okay, Proxima b berada di Habitable Zone. Proxima b kemungkinan memiliki air dalam bentuk cair. Planet ini merupakan planet bebatuan padat bukan planet gas. Proxima b juga sudah memenuhi hampir semua syarat planet layak huni.

Cek artikel Apa Saja Kriteria dan Syarat Planet Layak Huni

Lalu, apakah Proxima b sudah ada yang punya? Mungkin saja tidak ada sama sekali. Radiasi tinggi yang dihasilkan bintang induknya sangat berbahaya bagi kehidupan, jadi tidak ada (kecil) kemungkinan adanya kehidupan di Proxima b.

Planet ini terlalu dekat dengan bintang induknya, lebih dekat daripada Merkurius ke Matahari. Jaraknya yang terlalu dekat ini menyebabkan rotasi Proxima b menjadi terkunci, yang berarti siang akan selalu siang dan malam akan selalu malam.

Dampak lain yang lebih serius adalah terjadinya angin atmosfer yang sangat kuat. Bintang induknya itu lebih kecil daripada Matahari, tetapi suar bintang atau flare lebih besar daripada Matahari. Radiasi X-ray 400 kali lebih besar, sangat berbahaya bagi mahkluk hidup.

Keberadaan suar berbahaya ini ditemukan oleh Meredith A. MacGregor dan timnya dari Carnegie Institution for Science. Mereka melakukan analisis data teleskop radio ALMA pada tanggal 21 Januari sampai 25 April 2017.

ALMA menunjukan ledakan radiasi partikel tinggi dalam bentuk semburan angin bintang yang masif kea rah planet. Sembuaran itu tertangkap ALMA ketika Proxima Centauri mengalami peningkatan kecerahan 10 kali lebih terang dari suar Matahari.

Dalam hitungan setiap 2 jam, Proxima b akan mengalami badai bintang. Akibatnya, oksigen dan atmosfer di sana akan hilang dalam waktu 10 juta tahun. Mengingat jarak planet ini ke bintang induknya hanya 0.0485 AU.

Mengingat ukuran planet ini sedikit lebih besar dari Bumi, gravitasi di sana menjadi lebih berat daripada gravitasi Bumi. Jika masih ngotot ingin tinggal di sana, kita harus berusaha lebih untuk sekedar berdiri serta harus menggunakan tabir surya setiap saat dan itupun masih terkena radiasi ultraviolet yang parah.

“Bintang kelas M cenderung sangat aktif di masa awal kemunculannya, serta sangat panas dan terang. Bisa jadi, jika Proxima b sempat bisa dihuni, ia mendapat panas yang berlebih dan mulai kehilangan air yang dimilikinya sebelum kehidupan mulai,” kata Anthony Del Genio, ilmuwan NASA Goddard Institute of Space Studies.

Kesimpulan

Sayang sekali eksoplanet terdekat dari Bumi yang kemungkinan dapat dihuni ternyata tidak sesuai ekspetasi. Tenang, masih banyak eksoplanet lain yang berkemungkinan layak huni. Atau, bisa jadi memang di luar angkasa yang luas ini tidak ada planet yang senyaman Bumi kita.

Cek artikel Menuju dan Menggapai Bintang Proxima Centauri

 

Sekali Lagi. Sayangi dan Rawat Bumi, Karena Bisa Jadi Bumi Menjadi Satu-Satunya Di Alam Semesta ini

0

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *