Penjelasan Kenapa Bulan Bisa Terlihat Di Siang Hari

kenapa bulan bisa terlihat di siang hari
Kredit: Wikimedia

Opolah~ Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi dan merupakan benda langit yang mempunyai jarak paling dekat dengan Bumi. Biasanya Bulan muncul di malam hari sebagai penerang Bumi setelah Matahari tenggelam. Tetapi, pernakah kamu melihat Bulan pada di pagi atau siang hari dan berpikir kenapa bulan bisa terlihat di siang hari?

Oh tidak! ini adalah kejadian yang di luar nalar kita, ini menjadi sebuah pertanda kiamat. “M*tamu,” dalam hatiku. Tenang saja, fenomena ini merupakan sesuatu yang wajar. Lalu, kenapa berpikir demikian? Ya, karena kesalahpahaman tentang Bulan yang berada di seberang Matahari.

Kesalahpahaman Bulan di seberang Matahari

Banyak dari kita yang berpikir bahwa Matahari akan selalu muncul di siang hari dan setelah sang Matahari terbenam, Bulan akan terbit di malam hari. Kesalahpahaman ini sangat umum bagi orang awam yang menganggap Bulan berada tepat di seberang Matahari.

Ini berarti letak Matahari dan Bulan akan selalu berlawanan, sehingga seolah-olah mereka sedang berganti shift kerja menyinari Bumi. Padahal kenyataannya, peristiwa Bulan berada di seberang Matahari itu hanya terjadi sekali sebulan.

Posisi Bulan yang berada di seberang Matahari itu menunjukan bahwa Bulan sedang masuk fase Bulan purnama. Di saat itu, Bulan baru benar-benar berada di titik 180 derajat dari Matahari (mudahnya menjadi saling berlawanan).

Bagaimana dengan fase Bulan lainnya? Jelas tidak akan sama 180 derajat dari Matahari. Selain fase Bulan purnama, posisi Bulan bisa berada di mana saja antara 0 sampai 180 derajat dari Matahari, bahkan Bulan bisa berada di tengah-tengah Bumi dan Bulan. Nah, itu sebabnya Bulan dapat terlihat pada pagi dan siang hari.

Alasan Kenapa Bulan Bisa Terlihat Di Siang Hari

fase bulan opolah

Kredit: © Karl Tate, SPACE.com

Sedikit basa-basi, Bulan itu memiliki tiga gerakan secara sekaligus, yaitu gerakan rotasi pada porosnya, gerakan revolusi mengelilingi Bumi, dan Bulan itu berevolusi mengelilingi Matahari. Gerakan Bulan mengelilingi Bumi menyebabkan adanya fase Bulan.

Periode Bulan untuk mengelilingi Bumi (periode sideris) itu hanya 27,32 hari. Tetapi karena Bumi juga melakukan evolusi mengelilingi Matahari, maka periode Bulan mengelilingi Bumi agar posisinya relative sama terhadap Bumi dan Matahari (periode sinodis) menjadi selama 29,53 hari.

Akibat dari adanya rotasi Bumi, Bulan akan selalu terlihat sekitar 12 jam per 24 jam. Perbedaan periode sideris dan sinodis Bulan menyebabkan Bulan tampak bergerak di langit ke timur sekitar 13 derajat perharinya.

Matahari juga bergerak ke timur sekitar 1 derajat perharinya. Oleh karena itu, Bulan akan tampak bergerak ke timur dari Matahari 12 derajat perharinya. Sudut 12 derajat setara dengan 50 menit. Maka, Bulan tampak terbit terlambat 50 menit perharinya.

Misalnya, ketika Bulan sedang berumur sekitar 7 hari, terbitnya sekitar pukul 12.00 dan akan terbenam pukul 00.00. Ketika memasuki fase purnama (umur 15 hari), Bulan terbit pukul 18.00 dan akan terbenam pukul 06.00. Ketika Bulan berumur 21 hari, Bulan terbit pukul 00.00 dan akan terbenam pukul 12.00.

Ez nya, kalau Bulan tidak berada di seberang Matahari, Bulan bisa terlihat di langit pada pagi hari setelah Matahari terbit. Bulan juga dapat terlihat di langit sore sebelum Matahari terbenam. Saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, Bulan bisa terlihat pada siang hari.

Ini bukan berarti Bulan akan selalu menutupi Matahari dan menyebabkan terjadinya gerhana Matahari. Orbit Bulan dan Bumi itu tidak sejajar dengan orbit Bumi dan Matahari. Ya, walaupun Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, hal tersebut tidak serta merta menyebabkan gerhana Matahari.

Alasan lainnya kenapa Bulan dapat terlihat di siang hari adalah karena cahaya Bulan itu cukup terang. Cahaya Bulan yang cukup terang ini bisa menembus cahaya biru di langit, sehingga Bulan dapat terlihat oleh kita.

Lain-lain

Bulan itu cukup terang untuk dilihat pada siang hari. Tetapi, ketika Bulan memasuki umur <3 hari atau >27 hari, Bulan berbentuk sabit tipis, redup, dan terletak di dekat Matahari. Sehingga, cukup sulit untuk dilihat di siang hari, tetapi cukup bisa dilihat di pagi hari.

Fenomena munculnya Bulan di pagi atau siang hari ini bukanlah fenomena yang luar biasa dan menegangkan. Fenomena ini lumrah terjadi, tidak ada kaitannya dengan kiamat atau bencana besar lainnya. So, berhenti jadi orang yang “tidak tahu” mulai lah menjadi orang yang “ingin tahu”.

 

Bagaimana Penjelasan kenapa bulan bisa terlihat di siang hari? Jelas, bukan?

 

2+

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. FDM Tayo berkata:

    Penjelasannya sangat bagus dan mudah dipahami

    0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *