Penjelasan Permukaan Bulan yang Menghadap Bumi Selalu Sama

permukaan bulan selalu sama
Kredit: wikimedia.org

Opolah~ Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi yang mengorbit Bumi. Bulan adalah satelit alami terbesar ke lima di tata surya. Diameternya sendiri sekitar 1/3 diameter Bumi dan massa bulan 1/81 massa Bumi. Lalu, mengapa permukaan bulan yang menghadap ke Bumi selalu sama atau itu-itu saja?

Fase Bulan setiap malam itu berubah-ubah, mulai dari bentuk sabit hingga full. Tetapi, pada dasarnya hanya satu sisi Bulan yang selalu menghadap Bumi. Wajah Bulan yang dilihat semua mahkluk hidup di Bumi, baik di Indonesia dan seluruh balahan Bumi selalu sama.

Bulan mengalami rotasi dan revolusi yang mempengaruhi kondisi di Bumi. Rotasi Bulan berarti perputaran Bulan terhadap sumbu atau porosnya. Sedangkan, revolusi Bulan berarti perputaran Bulan mengelilingi Bumi.

Masing-masing putaran Bulan ini menghabiskan waktu yang sama plek. Rotasi atau perputaran pada porosanya Bulan memerlukan waktu selama 27,3 hari, sedangkan waktu untuk melakukan satu kali revolusi juga sama, yakni 27,3 hari.

Lalu, mengapa kedua perputaran ini bisa sama? Fenomena seperti ini disebut sebagai penguncian gravitasi atau tidal locking. Penguncian pasang surut terjadi ketika gradient gravitasi membuat salah satu sisi benda langit selalu menghadap benda langit lain.

Fenomena penguncian gravitasi ini adalah fenomena yang umum dalam sistem gravitasi. Banyak satelit di planet-planet lain terkunci gravitasi dengan planet induknya. Bahkan, planet juga mengalami tidal locking, contohnya Proxima b.

Fenomena tidal locking terjadi karena adanya gravitasi yang diberikan induk kepada anak (contohnya Bumi kepada Bulan), dan anak bereaksi dengan menyesuaikan periode rotasinya sehingga tercapainya keseimbangan yaitu saat periode rotasiny saman dengan periode revolusinya.

tidal locking bulan

Sebelah kanan adalah jika Bulan tidak mengalami tidal locking. Kredit: wikimedia.org

Mengapa permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu sama juga disebabkan karena Bulan adalah objek tata surya yang terbilang statis. Hal ini berarti bahwa Bulan tidak mengelilingi Bumi dan melakukan putaran sendiri, namun hanya mengikuti Bumi mengelilingi Matahari secara bersama-sama.

Sisi Gelap Bulan

Nah, pasti pada bertanya-tanya jika hanya ada satu sisi Bulan yang terlihat dari Bumi, lalu bagaimana dengan sisi yang lainnya? Sebagian dari kita menggap bahwa sisi lain Bulan sebagai sisi gelap Bulan (Dark of the Moon), mungkin gara-gara Transformers.

Tetapi, sisi gelap Bulan adalah istilah yang keliru dan sesat, karena yang benar adalah sisi jauh Bulan. Sisi jauh Bulan (Far Side of the Moon) adakah sisi Bulan yang membelakangi Bumi atau tidak berhadapan dengan Bumi sehingga tidak kelihatan dari Bumi.

Hal ini sangat berbeda jauh dengan istilah sisi gelap Bulan yang cenderung mengarah pada sisi Bulan yang tidak terkena sinar Matahari. Alasan kelirunya istilah sisi gelap Bulan untuk sisi jauh Bulan ini adalah, sisi jauh Bulan tidak selalu gelap gulita.

Pada fase-fase tertentu seperti fase Bulan Baru (New Moon) atau saat terjadi Gerhana Matahari, posisi Bulan yang berada di antara Matahari dan Bumi membuat sisi jauhnya (bukan sisi yang selalu menghadap ke Bumi) mendapatkan sinar Matahari.

Kesimpulan

Permukaan Bulan yang menghadap Bumi selalu sama itu disebabkan karena gravitasi Bumi mengunci Bulan, menyebabkan rotasi dan revolusi Bulan menjadi sama sehinga permukaan Bulan yang menghadap Bumi itu-itu saja.

 

Begitu

0

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *