Pluto itu Planet atau Pluto Bukan Planet

Pluto bukan planet
Kredit: Lorri, 22 Juli 2015

Opolah~ Puluhan tahun lalu, Pluto dikenal sebagai planet terkecil setelah Merkurius. Pluto pada masa itu dianggap planet ke-9 setelah Neptunus. Pluto berada di sabuk Kuiper dan merupakan objek trans-Neputunus yang pertama kali ditemukan. Tetapi, sekarang Pluto Bukan Planet.

Pluto ditemukan pada 18 Februari 1930 oleh Clyde Tombaugh, seorang astronom yang bekerja di Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona. Kemudian pada tanggal 13 Maret 1930, kabar penemuan ini disampaikan ke Harvard Collage Observatory.

Sejak saat itu, Pluto dinyatakan sebagai sebuah planet. Tetapi, para ilmuwan memikirkan kembali status Pluto setelah belajar lebih banyak tentang tata surya. Hingga pada akhirnya, pada tahun 2006 status Pluto sebagai planet telah berakhir dan berubah status menjadi planet katai atau planet kerdil.

Bahkan ada juga ide untuk menganggap Charon sebagai planet kembar bersama Pluto, lalu Ceres dan Eris juga disebut planet, sehingga jumlah planet pun dapat mencapai 12 buah. Hal ini menimbulkan perdebatan.

Pluto Bukan Planet

Banyaknya objek yang ditemukan di sekitar Pluto, seperti Quaoar (2002), Sedna (2003), dan Eris (2005), para astronom mulai meragukan status Pluto. Terutama karena Eris mempunyai ukuran yang lebih besar disbanding Pluto, akibatnya Eris sempat menjadi planet ke-10.

Oleh karenanya, perubahan status Pluto diputuskan pada Pertemuan Umum XXVI IAU (International Astrinomy Union), yang diadakan pada Agustus 2006, ketika mereka membuat definisi baru untuk bermacam-macam kategori benda langit di tata surya.

Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah menentukan definisi planet yang baru. Perlu diketahui, definisi planet sudah berubah yang bertujuan untuk mengelompokan apa itu planet dan apa itu planet kerdil (dwarf planet).

Dari hasil pertemuan itu, benda langit dikatakan planet jika memenuhi tiga kriteria. Kriteria itu adalah:

  1. Planet harus mengorbit Matahari.
  2. Planet harus berbentuk bulat (hampir).
  3. Planet harus “membersihkan” lingkungan dari orbit dan gravotasinya harus menyapu dan membersihkan ruang di sekitarnya dari benda-benda lain

Pluto memang memenuhi kedua kriteria, yaitu berbentuk bulat dan mengorbit Matahari. Tetapi, itu tidaklah cukup untuk menyebut Pluto sebuah planet. Pluto harus memenuhi ketiganya untuk menjadi sebuah planet.

Permasalahannya adalah Pluto masih dikelilingi benda langit lainnya yang berada di orbitnya dan sekitarnya. Pluto masih dalam proses membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya. Mungkin suatu saat jika sudah “bersih”, Pluto dapat disambut kembali menjadi sebuah planet.

Dari definisi di atas, planet bukanlah benda langit yang harus memiliki massa sekian dan ukuran sekian. Dapat saja dikatakan sebuah planet walaupun mempunyai ukuran lebih kecil dari Pluto, asalkan mengorbit Matahari, bulat, dan mempunyai orbit yang bersih.

Status Baru Pluto

Sekarang Pluto bukan planet, tetapi pluto mempunyai status baru, yaitu planet kerdil. Planet kerdil adalah benda langit yang hanya memenuhi dua kriteria pertama dari ketiga definisi baru planet. Planet kerdil akan disebut planet sesudah membersihkan lingkunan orbitnya.

Pluto diketahui mempunyai lima buah satelit alami, yakni Charon yang memiliki diameter setengah diameter Pluto sendiri, Nix, Styx, Kerberos, dan Hydra. Pluto dan Charon sering dianggap sistem biner karena barisenter orbit mereka terletak di antara kedua objek ini.

Untuk saat ini, IAU belum meresmikan definisi planet kerdil biner dan Charon hanya dinyatakan sebagai satelit hanya dari planet kerdil Pluto. Sementara itu, Pluto mempunyai empat teman, yaitu Ceres, Makemake, Haumea, dan Eris.

Perdebatan Status Pluto

Jim Bridenstine menyalakan kembali perdebatan dengan menyatakan bahwa Pluto haruslah sebuah planet, alasannya karena Pluto memiliki lautan di bawah permukaannya, senyawa organik dipermukaannya, dan bulan-bulannya sendiri.

“Beberapa orang berpendapat bahwa untuk menjadi sebuah planet, maka kamu perlu membersihkan orbitmu mengelilingi Matahari. Nah, apa yang kita ketahui sekarang adalah bahwa jika itu definisi yang kita gubakan, Anda benar-benar dapat melemahkan semua planet.”

“Mereka semua planet kerdil karena tidak ada planet yang dapat membersihkan seluruh orbitnya di sekitar Matahari,” kata Jim Bridenstine yang merupakan seorang Administrator NASA.

Penelitian University of Central Florida mengklaim alasan Pluto kehilangan status sebagai planet itu tidak masuk akal. Ini meninjau literature ilmiah dari 200 tahun terakhir, dan hanya menemukan satu publikasi dari 1802 yang menggunakan persyaratan pembersihan orbit untuk mengklasifikasi planet.

“Definisi dari IAU mengatakan bahwa objek dasar ilmu planet seharusnya diidentifikasikan berdasarkan konsep yang tidak digunakan oleh siapa pun dalam penelitian mereka,” kata ilmuwan planet UCF Philip Metzger, Universitas Florida.

“Itu definisi yang ceroboh. Mereka tidak mengatakan apa yang mereka maksud dengan membersihkan orbit. Jika Anda mengartikannya secara harfiah, maka tidak ada planet, karena tidak ada planet yang membersihkan orbitnya,” imbuhnya.

Kesimpulan

Pluto bukan planet melainkan planet kerdil. Memang sih, definisi planet dari IAU itu kurang tepat di bagian “planet membersihkan orbit”. Sebagai contoh, Bumi sendiri masih mempunyai objek di sekitar orbit yang perlu dibersihkan, seperti debu komet.

 

Sekarang Pluto Bukan Planet, Kedepannya? Entah

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *