Sabuk Kuiper, Cincin Tata Surya Bagian Luar

sabuk kuiper
Kredit: NASA

Opolah~ Sabuk Kuiper adalah piringan berbentuk cincin yang terletak di tata surya bagian luar, membentang setelah orbit Neptunus, pada jarak 30 AU hingga 55 AU dari Matahari. Wilayah terluar tata surya ini dihuni oleh jutaan objek es berukuran kecil sampai berukuran lebih dari 100 km.

Sabuk Kuiper juga disebut sebagai Sabuk Edgeworth-Kuiper. Wilayah ini diberi nama sesuai dengan astronom yang mempredisksi keberadaannya, Gerard P. Kuiper, seorang astronom Amerika-Belanda. Dan untuk menghormati diskusi awal dan independen dengan Kenneth Edgeworth.

Sabuk Kuiper terdiri dari ratusan juta objek yang diduga sebagai sisa dari pembentukan planet-planet bagian luar. Sabuk Kuiper dianggap sebagai sumber dari sebagian besar komet berperiode pendek, terutama yang mengorbit Matahari dalam waktu kurang dari 200 tahun.

Meskipun keberadaanya telah diasumsikan selama beberapa dekade, Sabuk Kuiper tetap tidak terdeteksi sampai tahun 1990-an. Pada saat itu, teleskop besar prasyarat dan detector cahaya sensitif telah ada, sehingga memudahkan para astronom untuk mengetahui keberadaan Sabuk Kuiper.

Objek Sabuk Kuiper (KBO) mengorbit pada jarak yang rata-rata lebih jauh dari Matahari dibandingkan dengan jarak orbit Neptunus (sekitar 30 AU). Tepi bagian luar Sabuk Kuiper mempunyai jarak yang lebih jauh dari Matahari (sekitar 47,2 AU).

Objek di Sabuk Kuiper sering disebut dengan KBO. Pluto merupakan objek terbesar dan paling terkenal di Sabuk Kuiper. Selain Pluto, Sabuk Kuiper juga berisi benda-benda besar Eris, Makemake, Haumea, Quaor, dan masih banyak lagi.

Dikarenakan jaraknya yang sangat jauh, ukuran KBO sulit untuk diukur. Diameter KBO yang pernah dihitung sangat bergantung terhadap asumsi tentang reflektifitas permukaan. Observasi inframerah oleh Teleskop Antariksa Spitzer, mengungkap sebagian besar KBO yang berukuran besar.

Sabuk Kuiper Menunggu Untuk Ditemukan

sabuk kuiper new horizons

Sabuk Kuiper New Horizons. Kredit: NASA

Pada tahun 1930, Pluto adalah KBO pertama yang ditemukan. Penemuannya menyebabkan para astronom berspekulasi tentang keberadaan objek-objek Trans-Neptunus. Astronom pertama yang berspekulasi adalah Frederick Leonard. Ia berpendapat bahwa objek-objek di luar Pluto itu ada dan sedang menunggu untuk ditemukan.

Pada tahun 1943, astronom Irlandia, Kenneth E. Edgeworth berspekulasi bahw distribusi objek-objek kecil tata surya tidak dibatasi oleh jarak Pluto saat ini. Juga Edgeworth menguraikan masalah ini dan berspekulasi komet dan benda yang lebih besar mungkin ada di luar Neptunus.

Kemudian, pada tahun 1951, astronom Belanda, Gerard Kuiper, penerbit sebuah makalah ilmiah, mengembangkan kasus yang lebih kuat tentang benda-benda di luar Pluto. Dengan analisis pembentukan awal tata surya, Kuiper menunjukan bahwa sejumlah besar sisa objek es kecil berada di luar Neptunus.

Setahun sebelumnya, astronom Belanda, Jan Oort telah mengusulkan keberadaan reservoir bola es yang lebih jauh. Wilayah ini adalah Oort Cloud (Awan Oort), disebut sebagai ‘pengisi ulang’ komet di tata surya. Namun, hanya komet jangka panjang yang berasal dari sana dan semakin banyaknya penemuan komet periode pendek lainnya, hipotesis ini ditolak.

Keberadaan Awan Oort yang noteben lebih jauh dari Sabuk Kuiper ini menjelaskan asal-usul komet berperiode panjang (periodenya lebih dari 200 tahun). Kuiper mencatat bahwa komet yang berperiode sangat singkat (20 tahun atau kurang), semuanya mengorbit dalam arah yang sama dengan planet di tata surya dan dekat dengan Matahari.

Selain Pluto, KBO pertama dtemukan pada 20 Agustus 1992 oleh Dave Jewitt dan Jane Luu, ilmuwan yang tidak percaya bahwa wilayah terluar tata surya kosong. Sejak tahun 1987, mereka mengamati langit untuk mencari objek-objek yang berada di luar Neptunus.

Setelah lima tahun pengamatan menggunakan teleskop berukuran 2,2 meter milik Universitas Hawaii, akhirnya mereka menemukan sebuah bintik berwarna kemerahan yang terletak 44 AU dari Matahari, lebih jauh dari Pluto. KBO itu adalah (15760) 1992 QB.

Penemuan 1992 QB ini mengingatkan para astronom tetntang kemungkinan keberadaan KBO lain yang belum terdetiksi. Hingga dalam 20 tahun kemudian, sekitar 1.500 KBO telah ditemukan dan dengan demikian keberadaan Sabuk Kuiper terbukti.

Sementara Sabuk Kuiper merupakan penamaan resmi sabuk itu, para astronom juga menggunakan nama alternatif Sabuk Edgeworth-Kuiper, untuk memuji Edgeworth atas karya teoritisnya yang terdahulu.

Objek Sabuk Kuiper

Objek Sabuk Kuiper

Objek Sabuk Kuiper

Pada Maret 2004, satu tim astronom mengumumkan penemuan Trans-Neptunian Object (TNO) mirip planet yang mengorbit Matahari dari jarak yang jauh, di salah satu wilayah paling dingin di tata surya kita. Objek tersebut adalah 2003VB12 yang kemudian diberi nama planet katai Sedna.

Sedna bergerak dalam lintasan orbit panjang berbentuk elips di antara 76-1.000 AU dari Matahari. Karena jarak Sedna yang sangat jauh, para penemunya mengusulkan agar ia dianggap sebagai objek pertama yang berasal dari wilayah terdalam Awan Oort.

Pada Juli 2005, satu tim astronom kembali mengumumkan menemukan sebuah KBO yang semula diprediksi 10% lebih besar daripada Pluto. Objek tersebut adalah 2003UB313 yang kemudian diberi nama planet katai Eris. Tetapi, pengukuran terbaru mengungkap bahwa ukuran Eris lebih kecil daripada Pluto.

Penemuan Eris yang ukurannya hampir setara dengan Pluto (dulu planet kesembilan sekarang bukan), mendorong para astronom untuk mempertimbangkan Eris diklasifikasikan sebagai planet kesepuluh. Pada 2006, IAU membuat satu kelas baru untuk objek yang disebut planet katai dan menempatkan Pluto, Eris, dan Ceres ke dalam kelas ini.

Enam KBO terbesar yang telah ditemukan adalah:

  1. Pluto – 2.376 km
  2. Eris – 2.326 km
  3. Makemake – 1.430 km
  4. Hauma – 1.632 km
  5. Quaroar – 1.110 km
  6. 2007 OR – 1.230 km

Enam KBO ini memiliki diameter yang lebih kecil dari Bulan Kita. Bulan Neptunus, Triton diyakini sebagai objek KBO. Triton hanya 14% lebih besar dari Pluto dan memiliki komposisi permukaan yang mirip. Triton juga masih lebih kecil dari Bulan kita.

Pada tahun 2015, pesawat antarik New Horizons milik NASA tiba di Pluto dan melakukan eksplorasi pertama dari jarak dekat terhadap KBO. New Horizzons melanjutkan eksplorasinya di wilayah Sabuk Kuiper untuk mempelajari 2014 MU69 (Arrokoth).

Wahana antariksa ini akan melakukan pengamatan KBO lain sampai 2021. Setidaknya ada 2 lusin KBO dalam jalur New Horizons yang sudah menanti untuk diamati. Ini tergantung pada bahan bakar New Horizons yang diperkirakan akan habis tahun 2026.

Pembentukan serta Lokasi

letak sabuk kuiper

letak sabuk kuiper

Asal usul Sabuk Kuiper dan strukturnya yang kompleks masih belum jelas. Sabuk Kuiper diperkirakan terdiri dari planetesimal, pecahan dari cakram protoplanet asli yang gagal menyatu sepenuhnya ke planet.

Baca: Bagaimana Planet Di Tata Surya Terbentuk?

Orbit Jupiter dan Neptunus sangat mempengaruhi Sabuk Kuiper. Kedua planet ini mungkin telah terbentuk lebih dekat ke Matahari dan kemudian bermigrasi sehingga menyebarkan planetsimal pada awal pembentukan tata surya.

Sabuk Kuiper itu sangat besar. Tepi bagian dalam Sabuk Kuiper dimulai pada orbit Neptunu pada 30 AU dari Matahari. Sementara wilayah utama bagian dalam meluas hingga 50 AU dan secara keseluruhan hingga 55 AU atau lebih. Bagian terpadanya adalah di atara 42 dan 48 AU.

Fakta dan Ringkasan

  • Sabuk Kuiper mirip dengan sabuk asteroid, namun lebih lebar 20 kali hingga 100 kali.
  • Sabuk Kuiper dan sabuk asteroid berasal dari sisa-sisa pembentukan awal tata surya
  • Ada ratusan ribu KBO dan di antaranya memiliki lebar 100 km, bahkan lebih besar. Ada juga tiga planet kerdil yang diakui terletak di Sabuk Kuiper.
  • KBO terdiri dari volatile beku seperti, metana, ammonia, dan air.
  • Tepi bagian dalam Sabuk Kuiper dimulai pada orbit Neptunu pada 30 AU dari Matahari. Sementara wilayah utama bagian dalam meluas hingga 50 AU dan secara keseluruhan hingga 55 AU atau lebih.
  • Awan Oort dan Sabuk Kuiper dianggap sebagai umber utama komet.
  • Gravitasi Neptunus menyebabkan KBO saling bertabrakan satu sama lain.
  • Total massa Sabuk Kuiper kurang dari 2% dari Bumi.
  • Pesawat ruang angkasa yang pertama memasuki wilayah Sabuk Kuiper adalah Pioneer 10 NASA pada 1983.
  • Pesawat pertama yang benar-benar mengunjungi Objek Sabuk Kuiper adalah pesawat ruang angkasa New Horizons pada tahun 2015.
  • Sekitar 15% hingg 20% bintang seperti Matahari memiliki struktur seperti Sabuk Kuiper.
  • Banyak komet periode pendek yang memiliki orbit 200 tahun berasal dari Sabu Kuiper.
  • Sabuk Kuiper itu sangat jauh dan besar, tetapi tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Awan Oort

Basa-Basi

Sabuk Kuiper saat ini masih menjadi tempat yang misterius, dan kita harus terus mempelajarinya. Tetapi yang jelas adalah Sabuk Kuiper bukanlah tempat tinggal planet Nibiru. Sekali lagi planet Nibiru itu tidak ada di langit! Luas dan Misterius, Dingin dan Gelap. Ini adalah Tempat yang Baru Saja Kita Jelajahi.

Baca juga:

 

To Infinity and Beyond

Sumber: NASA, Nineplanets

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *