Buat yang Masih Percaya Covid-19 itu Hanya Konspirasi

Buat yang Masih Percaya Covid-19 itu Hanya Konspirasi opolah

Opolah~ Sejak artikel ini dibuat, lebih dari tujuh juta orang di dunia terkonfirmasi positif covid-19 dan lebih dari empat ratus ribu orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Oleh karenanya, banyak sekali yang menganggap covid-19 itu hanya konspirasi bermunculan di internet.

Berkonspirasi itu sangat menyenangkan dan membuang waktu bukan? Mengemukakan konspirasi itu bisa dibilang out of the box yang sangat keren, tetapi apakah teori yang kita kemukakan itu masuk akal atau malah absurd?

Jangan sampai teori yang kita buat malah malu-maluin diri sendiri. Okay, mungkin sebagian orang juga tidak punya malu, nyebar sana-sini menuhin timeline.

Sebenarnya ada pihak yang terkena dampak positif dari teori konspirasi yang dibuatnya. Tentu, dampak yang didapat adalah terkenal. Apalagi sekarang lagi masa pandemi covid-19, kesempatan emas buat pansos bagi pihak-pihak unfamous.

Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba ada pihak yang muncul dari bawah tanah yang tidak terjamah media, koar-koar seenak jidat menyatakan covid-19 itu hanyalah konspirasi. Dan taaara! Langsung viral dalam sekejap mata.

Diperparah banyak ibu-ibu dan bapack-bapack percaya teori konspirasi wahyudi yang dibuat. Fakta bahwa mereka suka sekali hal yang di luar nalar dan bersifat fiktif.

Kalau mereka menganggap covid-19 hanya konspirasi, setelahnya malah positif dan wasalam. Yang susah anak-anaknya, bukan?

“Covid-19 hanyalah ulah elite global!” kira-kira begitu. Terdengar konyol sih! Seharusnya jika itu ulah elite global, mungkin banyak sekali video-video di Youtube yang menyebarkan bocoran data elite global yang dimaksud dan kebanyakan video berasal dari India. Mereka itu bisa dibilang pakar teknologi untuk saat ini, kalau sekedar hacking itu urusan mudah.

WHO juga sudah memperingatkan bahaya misinformation selama pandemi ini. Masa, WHO termasuk elite global?  Badan milik PBB ini yang sudah menyelamatkan jutaan nyawa dan lebih berguna daripada PBB itu sendiri, Kamu tuduh WHO elite global? Periksa kondisi kejiwaanmu sekarang juga!

Covid-19 juga menyebabkan ketidakstabilan ekonomi negara-negara besar, salah satunya Amerika Serikat. Negara sebesar itu sering menjadi sasaran berbagai teori konspirasi. Rasanya tidak pantas menuduh Amerika Serikat sebagai pemrakarsa munculnya covid-19.

Kalaupun itu memang ulah AS, maka selamat mereka telah membuat blunder terbesar sepanjang sejarah. Tapi rasanya tidak mungkin, negara sebesar itu melakukan hal bodoh dengan menghancurkan perekonomiannya sendiri.

Sekalipun teori konspirasi covid-19 ulah elite global terbukti benar, bisa disimpulkan bahwa elite global mungkin lebih pintar dari penduduk Mars yang menyembunyikan identitasnya dikala Mars rover sedang lewat. Dan apakah elite global sepintar itu?

Kasihan juga, para elite global yang tidak tahu-menahu difitnah berbagai pihak. “Salahin teruss! Kita juga punya misi lebih penting daripada menimbulkan kepanikan sesaat” mungkin begitu.

Bahkan Bill Gates yang berusaha membuat vaksin covid-19, dituduh memasukkan mikrochip ke dalam vaksin buatannya. Secara teori Bill Gates tidak perlu membuat mikrochip untuk menaklukan dunia atau apalah itu. Sudah punya Microsoft Windows buat spionisasi, kenapa harus repot-repot buat mikrochip?

Ayolah! Orang yang rela antre membeli street food, walaupun uangnya nggak bakalan habis buat nyogok orang di depannya. Juga sebagai pendana terbesar MIT, masih kamu tuduh dengan teori konspirasi lainnya?  How dare you!

Teori konspirasi yang menyatakan bahwa egois itu sangat merugikan penduduk planet ketiga matahari, saat ini sudah terbukti benar. Ada wabah di suatu tempat dan diharapkan tidak pulang ke tempat asal, ehhh ngeyelnya bikin repot satu negara. Nah, kalau ini boleh dijadikan kambing hitam.

Masih banyak teori konspirasi covid-19 yang tersebar di internet. Banyak yang lebih konyol dan meaningless. Banyak juga yang jadi pengikut teori itu dan biasanya dari kalangan rakyat yang bisa dibilang tidak istimewa.

Seperti penjelasan di atas, penganut teori konspirasi covid-19 rata-rata otaknya tidak bisa berpikir secara logis. Boleh berkonspirasi asal tidak merugikan orang lain dan tidak mengumbar kebodohan di media sosial. Paling tidak, hargai jasa-jasa dokter di garda terdepan dan jangan menambah beban mereka cukup jadi beban keluarga saja.

Mungkin masih banyak yang ngotot sampai keluar kencing dan menyatakan teorinya 100% valid. Jika teori konspirasi tersebut terbantahkan dengan perfect, itu adalah kesalahan fatal bagi pembantah teori konspirasi.

Semakin dalam, penganut teori konspirasi akan semakin gencar melancarkan serangan yang lebih terbelit-belit. Penganut mendapatkan kepuasan tersendiri dan si pembantah malah bisa-bisa kondisi keimannya goyah.

Sebaliknya, di balik layar para pencetus teori konspirasi covid-19 tertawa terbahak-bahak melihat teori bodohnya diterima kalayak umum dan mempunyai pengikut yang lebih bodoh. Itulah tujuan asli para pencetus teori konspirasi. Antara mau tenar, masalah politik, dan kepentingan bisnis.

 

Masih percaya covid-19 itu hanya konspirasi! Sini tak pukul kepalamu

49+

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *