Iri Bilang Bos? Maaf, Tidak Ada yang Iri Kepadamu

iri bilang bos

Opolah~ “Iri bilang bos” menjadi viral belakangan ini. Arti iri hati menurut KBBI adalah merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain atau mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya. Seorang filsuf, Bertrand Russell, mengatakan bahwa iri hati adalah salah satu penyebab utama ketidakbahagiaan.

Iri dan cemburu itu berbeda. Pernyataan David Straker, kecemburuan adalah reaksi terhadap kehilangan. Ketika secara emosional terikat pada sesuatu dan menganggapnya telah diambil atau diancam akan dibawa pergi, maka reaksi yang dikeluarkan adalah perasan terluka dan marah.

Sedangkan iri hati lebih mengarah kepada apa yang tidak dimiliki. Seperti ketika melihat orang lain yang  ternyata memiliki hal yang selama ini kita inginkan, padahal kita sudah berusaha semaksimal mungkin utntuk memilikinya.

Dilansir dari Bustle, satu teori menyebutkan bahwa rasa iri masuk ke dalam proses evolusi sebagai dasar dari sifat kompetitif manusia. Saat merasa iri, manusia secara natural akan berusaha untuk mencapai atau memiliki hal yang ia inginkan.

Mulai dari iri terhadap pacar orang yang lebih uwaw, harta orang lain, kebahagian, dan lain-lain. Memang, mempunyai perasaan iri itu tidak bagus untuk kesehatan tulang dan sangat memalukan jika kepergok orang lain lalu dilaporkan ke penjuru galaksi.

Terkadang kita tidak pernah menunjukkan dan menyatakan iri terhadap sesuatu, tetapi orang lain dengan seenaknya menjudge kita iri. Mungkin memang ingin menjatuhkan kita atau sekedar membanggakan dirinya sendiri.

Dengan segitiga kotak bundar “iri bilang bos”, maka seseorang yang menyatakan tersebut sudah pasti adalah seorang shitproot dan sok edgy. Enak banget ya, tidak ada tanda-tanda iri kenapa harus melontarkan iri bilang bos?

Fenomena spam bom “iri bilang bos” akhir-akhir ini membuat beberapa keresahan di kolom komentar dan postingan Facebook. Entah apa tujuan dari bom “iri bilang bos”, yang pasti kutipan itu sangat mengganggu kenyamanan.

Sejarah mencatat, kutipan ini berasal dari video buatan story_kuii yang berisi pesan “hina aja terus, iri bilang bos”. “Iri bilang bos” menjadi bagian yang paling adorable dan relatable dengan kebanyakan masyarakat kita.

Juga bertujuan untuk menyindir para “editor berkelas” yang kebanyakan berasal dari pemain gim Free Fire. Editor berkelas dalam konteks ini bukanlah seorang editor yang dapat mengedit Optimus Prime melawan Minion.

Melainkan, editod yang hanya bisa menempel font nggak nyambung dengan berbagai sponsor di dalamnya. Mirisnya lagi, terkadang kata-kata dalam video atau foto tersebut mengandung unsur kata kasar dan 18+.

Ada juga yang mengatakan bahwa “iri bilang bos” berasal dari Ipin yang sedang joget apalah itu di depan panggung pertunjukan China. Rata-rata yang setuju dengan ini adalah para penduduk Twitter yang konon termasuk Dark Web.

Terserah mau percaya yang mana, itu tidak penting juga untuk keselamatan dalam berkendara. Perlu digaris bawahi, Jas Merah dalam konteks ini tidak diperlukan. Tidak akan membuatmu keren, kalaupun mengerti detail lengkap asal mula pernyataan “iri bilang bos”.

Menurut analisis, sebagain besar pengguna pernyataan ini ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih hebat dan lebih baik daripada orang lain. Ada juga yang hanya ingin membuat panas kita atau hanya sekedar bercanda saja dan merasa menjadi shitproot.

Dikarenakan penggunaanya yang overused dan tidak pada tempatnya, “iri bilang bos” menjadi sesuatu hal yang membuat males melanjutkan hidup. Selain buat eneg, menggunakkan kutipan ini dapat mengurangi profesionalitas dalam bidang bernapas.

Sumpah! Setiap kali menemukan “iri bilang bos” rasa ingin menghujat meningkat sebesar 40%. Sesudah dihujat malah jadi “najis baperan”, sungguh cobaan yang berat. Memang sebaiknya jangan membawa perasaan juga sih, tetapi itu tidak mudah dilakukan bagi orang berpantat tipis.

Jika di zoom lebih lanjut, tidak ada yang amanah yang dapat dipetik dalam pernyataan ini. Nah, masyarakat kita memang sebenarnya tidak membutuhkan amanah sama sekali. Asalkan bahagia, itu sudah lebih dari cukup bagi masyarakat kita.

Yap, untuk sekarang ini penggunaan pernyataan ini tidak separah bulan lalu, tetapi sama saja tetap ada dan dapat dijumpai. Bahkan, di dunia nyata banyak yang telah menggunakkan pernyataan ini untuk menjatuhkan harga diri orang lain.

Diprediksi, penggunaan pernyataan ini akan hilang ketika Bumi sudah berubah menjadi full chrome. Pada masa itu mungkin tidak akan ditemui yang namanya kesenjangan sosial, sehingga “iri bilang bos” sudah tertelan oleh waktu dan dinamika kehidupan.

Pertanyaan yang masih berdengung adalah apaansih yang ada dipikirkan pelantun “iri bilang bos”? Tidak diketahui dengan jelas motif pelantun tersebut. Apa karena ingin sesuatu dari dirinya dapat disombongkan dan dapat membuat iri orang lain?

Tetapi apakah itu? Kalau prestasi, kekayaan, kekreatifan jelas tidak ada, kebodohan mungkin bisa jadi. Yang jelas, penggunaan pernyataan ini memang sangatlah tidak pantas jika kita memanglah orang yang susah dan misikin.

Kalau ingin menggunakkan pernyataan ini, seharusnya kita berada di posisi yang memungkinkan untuk menyombongkan diri. Ngapain coba menggunakan pernyataan ini terhadap orang yang tentu lebih baik dan bahagia dari kita?

 

Tidak ada yang perlu kamu sombongkan wan kawan. Karena tidak akan ada orang yang iri kepadamu. Kalaupun ada, mungkin nggak jadi deh.

4+

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *