Kata Anjay Dilarang, Apa sih Motivasi dari Masalah ini?

kata anjay dilarang

Opolah~ Pada 30 Agustus 2020, warga Facebook (nggak tahu kalau Twitter) dihebohkan dengan adanya pelarangan penggunaan kata anjay. Aku yang habis bangun tidur juga sempat heboh sendiri, bukan karena kata anjay dilarang, tetapi karena timeline-ku isinya cuma unjay-anjay.

Hal ini menyebabkanku bertanya kepada gayung yang terombang-ambing, mengapa bisa kata anjay dilarang? Lima menit kemudian, gayung itu menjawab “Mana saya tahu, saya kan hanya sebuah gayung di bak air mandimu.”

Aku pun terpaksa mencari di Facebook yang isinya hanya anjay. Setelah beberapa scroll-an, aku menemukan jawabannya. Ternyata, jawabannya tidak seperti yang aku harapkan dan malah terkesan nggak nyambung.

Dikatakan bahwa anjay adalah sebuah kata yang mengandung unsur kekerasan atau perundungan (bullying). Parahnya, jika kita mengatakan kata anjay, kita dapat dipidanakan. Wah kalau begitu hakim jadi males menangani kasus anjay.

Kronologinya adalah seorang YouTubret bernama Lutfi Agizal yang melaporkan ke KPAI bahwa kata anjay dinilai merusak moral bangsa. Laporan dari Lufti ini bukanlah demi memuaskan hasrat kebelet viral dari seorang YouTuber.

Beberapa waktu lalu, Lutfi pernah membahas kata anjay di channel-nya. Diambil dari sudut pandang Lutfi, kata anjay dinilai menyebabkan negative generation dan dapat merusak moral bangsa. Lutfi juga memberikan bukti beberapa video rekaman saat anak-anak mengucap kata anjay.

Sialnya, laporan tersebut ditanggapi oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dengan menerbitkan surat edaran “HENTIKAN MENGGUNAKAN ISTILAH ANJAY”. Surat tersebut membahas tentang penggunaan kata anjay yang harus dilihat dari berbagai sudut pandang, makna, dan tempat.

Menurut Komnas PA, jika kata anjay digunakan untuk merendahkan martabat seseorang, maka istilah tersebut adalah salah satu bentuk kekerasan verbal dan dapat dilaporkan sebagai tindak pidana. Ini sesuai dengan UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Jadi gini ya, wahai para PNS, aku sempat ragu bahwa kamu itu sedang benar-benar bekerja. Aku heran dan tidak habis pikir dengan larangan yang memang sepele ini. Jika ditelusuri lagi, masih banyak kok hal yang lebih penting untuk menunjukkan bahwa kamu sedang bekerja.

Mengurus penggunaan bahasa slank dalam berinteraksi itu termasuk kurang gawean. Penggunaan kata anjay menurutku masih wajar, bahkan justru menunjukkan rasa kekaguman atau pujian terhadap sesuatu hal yang anjay. Misal:

  • Anjay, lukisan ini bagus banget
  • Ayo main bersamaku, kamu mainnya anjay sekali
  • Cuaca hari ini cerah, anjay
  • Kenapa kamu tidak berangkat sekolah? Aku khawatir anjay
  • Dan lain-lain, anjay

Kata anjay juga merupakan indikator keakraban seseorang. Di dunia nyata, aku tidak pernah tuh melihat orang yang belum benar-benar akrab saling bertukar kata anjay. Tetapi, kalau di dunia maya malah sering melihat penggunaan kata anjay.

Konotasi anjay dalam kehidupan sehari-hari mengacu pada plesetan hewan anjing, binatang yang perilakunya seperti anjing. Karena orang-orang berpikir bahwa menggunakan kata anjing terlalu kasar, jadi lebih baik diplesetkan menjadi anjay.

KPAI dan Komnas PA ini sepertinya menerima laporan dari Lutfi secara mentah-mentah. Mungkin laporan tersebut diterima karena Lutfi seorang YouTuber. Kalau begitu, bisa dipastikan bahwa KPAI dan Komnas kurang merakyat dan kurang mengerti rakyatnya sendiri, khususnya yang masih anak-anak.

Kata anjay jika digunakan untuk hal negatif masih tergolong halus daripada kata-kata kasar yang menggunakan nama binatang atau bagian alat reproduksi. Tetapi, KPAI dan Komnas PA lebih memilih mem-banned kata anjay daripada kata-kata kasar lainnya.

Lalu, adakah hal yang lebih menyebalkan dari yang dibahas di atas?

Selang beberapa hari, Lutfi mengakhiri pembahasan konten mengenai kata anjay di channel-nya. Dalam videonya yang berjudul “Klarifikasi: Akhir Kisah Anjay.. Bahasa Menunjukkan Bangsa”, dia menjelaskan bahwa ingin menyidahi permasalahan kata anjay di konten YouTube-nya.

Karena mendapat sorotan, Lutfi akhirnya menyatakan akan mengentikan pembahasan kata anjay dan tidak akan meneruskannya. Lutfi sudah tidak mau ikut campur jika kedepannya ada instansi, LSM, atau lembaga pemerintah yang melanjutkan pembahasan tentang kata anjay.

Lutfi juga menegaskan jika pembahasannya mengenai kata anjay bukanlah untuk memecah belah masyarakat, melainkan agar banyak orang yang melihat dari sudut pandang yang lain. Tidak hanya itu, Lutfi pun meminta maaf kepada semua orang jika pembahasan kata anjay belakangan ini menyakiti hati beberapa pihak.

Ini dia yang membuatku naik ke lantai dua dan bertanya-tanya “Kok bisa ya, ada orang yang seperti ini”. Kenapa sih orang-orang suka banget cari perhatian dengan cara mengundang kemarahan? Dan pasti habis itu dilanjutkan dengan bagian klarifikasi yang akan lebih memuakkan lagi.

Sungguh? Apa iya caranya cuma itu doang? Lutfi anjay juga menerapkan cara yang sama agar menjadi viral dan setelahnya dia akan segera meminta maaf di channel-nya. Bedanya Lutfi tidak melakukan hal-hal bodoh seperti si tukang prank sampah.

Tetapi, Lutfi kedapatan menjilat ludahnya sendiri yang sudah kering beberapa tahun. Di dalam sebuah postingan Instagram, Lutfi ini pernah berkomentar dengan menggunakan kata anjay. Lantas, kenapa dia tidak mengintropeksi diri dulu sebelum menjadi pengadu?

Sebelumnya, mari kita tengok beberapa kejadian viral yang menyebabkan murka warganet. Orang-orang yang terlibat dari kejadian viral tersebut pasti diundang ke salah satu stasiun tv swasta dan popularitasnya akan semakin menanjak.

Hal serupa juga dapat terjadi ke Lutfi. Pada 1 September saja, lebih dari lima juta artikel ditemukan oleh Google yang terkait dengan Lutfi anjay, ini menyebabkan kamu tidak akan pernah membaca artikel ini tanpa mengekliknya secara langsung menggunakan tautan.

Aku ramal, beberapa hari ke depan si Lutfi akan diundang ke sebuah program acara yang menurutku sebagai the real perusak moral bangsa. Dan coba deh kalau hal itu terjadi, popularitas dari Lutfi akan semakin naik-naik ke puncak gunung.

Jadi, selamat ya buat Lutfi. Walaupun ini bukanlah tujuanmu, tetapi hati kecilmu tidak akan menolak betapa senangnya menjadi seseorang yang popular. Juga perlu diingat, kalau diundang di acara tv, honornya lumayan loh, bisa buat beli tanah satu hektar.

Terima kasih kepada KPAI dan Komnas PA karena sudah peduli kepada kondisi moral bangsa. Terima kasih juga kepada orang yang sudah menentang mereka, karena kalau tidak ada orang-orang yang menentang, dunia ini akan terasa hambar.

Anjay, gurinjay, moatay, klambay, bay, konjay, watajay, yay, wakanjay, loncay, pocay,  mayday, unjay, ngegay, opay, gopay, grabay, monday, tuesday, wednesday, thursday, friday, saturday, dan

 

ANJAAAAAAAAYYYYYYYYYYY

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *