Mari Baku Hantam setelah Tidak Ada SARA Berkedok Dark Joke

sara berkedok dark joke

Opolah~ Apakah kamu pernah dikatain karena tidak mengerti sebuah lawakan? Pasti pernah, dikatain oleh artis dunia maya yang katanya open minded. Apalagi kalau dikasih embel-embel dark joke, orang-orang yang tidak paham dengan entengnya diejek sebagai normies.

Dan yang tidak setuju serta menentang malah dikatain baperan. Seharusnya, mereka yang tidak paham dan tidak sepaham itu harus dimaklumi. Alasannya karena dark joke itu sensitif, akan banyak orang yang ke-trigger kalaupun tahu itu hanyalah candaan.

Dark joke atau humor gelap sendiri memiliki arti guyonan atau lawakan yang didasari oleh hal-hal yang sifatnya terlarang, khususnya pokok bahasan yang biasanya dianggap serius atau menyakitkan. Kematian, kekerasan, penyakit, dan gender biasa dijadikan landasan untuk membuat suatu dark joke.

Banyak pandangan terhadap dark joke. Dari sisi positif, dark joke dapat mendorong seseorang untuk menghilangkan rasa takutnya terhadap suatu hal sensitif. Negatifnya, dark joke hanyalah sarana untuk menunjukan keegoisan seseorang.

Jangan salah dulu, sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Cognitive Processing, menyimpulkan bahwa orang yang mengerti dark joke mungkin mimiliki IQ yang lebih tinggi, tidak mudah emosi, dan dapat melawan perasaan negatif secara efektif.

Lalu, maraknya penggunaan dark joke merupakan pertanda bahwa orang-orang semakin tidak peduli terhadap perasan dan penderitaan orang lain. Maraknya peminatan dark joke juga merupakan pertanda bahwa orang-orang mulai menyukai hal-hal yang pantang.

Percaya tidak percaya, dalam berselancar di dunia maya selama satu jam penuh, entah itu di Facebook, Instagram, Twitter, aku menemukan setidaknya ada sekitar dua sampai lima postingan atau komentar yang pada nyebut-nyebut itu adalah dark joke.

Nge-dark joke itu harus di circle sendiri, ya untuk mengurangi kemungkinan orang yang tersinggung, walaupun tetap ada yang tersinggung. Jadi, kalau mau nge-dark joke di ciricle itu lebih enak dan lebih leluasa daripada nge-dark joke di media sosial ataupun publik umum.

Memang sih, sebagian kecil dark joke itu lumayan lucu. Tetapi, jika dipikir-pikir hal tersebut tidaklah patut dan salah karena telah menertawakan hal yang sifatnya tabu. Mungkin penggambaran yang tepat seperti, “Mau ketawa tapi takut dosa.”

Jika disimak, ada sebagian dark joke yang dapat dikatakan terlalu ofensif. Semisal, dark joke tentang orang tua. Ada aja orang di TikTod(tidak usah disebutkan) yang seakan bangga tidak mempunyai figur seorang ayah. Iya sih, dark joke memang seperti itu, tapi kan, sudahlah bukan itu pokok pembahasannya.

Paling buruk dan paling menjijikan adalah dark joke yang berkaitan dengan Suku Ras Agama Antargolongan atau SARA. Permasalahannya adalah tindakan SARA yang artian sebenarnya telah dipoles dengan baik sehingga cukup untuk disebut dark joke.

Maaf sebelumnya tidak bermaksud apa-apa, salah satu contohnya adalah, “Nih, ada dana tujuh ratus ribu. Lagi pengen nyari burung gereja yang sudah masuk Islam.”

Ok, aku setuju bahwa orang punya selera humor dan kadar humor yang berbeda-beda. Jika dark joke tersebut tidak cocok, lebih baik tidak perlu menanggapinya, karena pada dasarnya dark joke bukan ditujukan kepada semua. Tetapi, untuk masalah SARA adalah pengecualian!

SARA sendiri adalah pandangan ataupun tindakan yang didasari dengan pikiran sentimen mengenai identitas diri yang menyangkut keturunan, agama, kesukuan, dan golongan. SARA merupakan segala macam bentuk tindakan verbal atau nonverbal yang didasarkan pada pandangan sentimen tentang identitas diri atau golongan.

Isu SARA selalu menjadi hal yang terlalu rapuh di Indonesia. Perlu kita ketahui, isu SARA di Indonesia sendiri masih menjadi persoalan. Persoalan seperti ini akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat yang majemuk. Mengingat juga, Indonesia ini mempunyai masyarakat yang sangat beragam.

SARA itu bukan menyangkut tentang satu dua orang saja, tetapi semua yang berkaitan dengannya dan dampaknya begitu luas untuk disebutkan. Sebagai penggambaran, jika salah satunya disinggung, mungkin yang lainnya akan ikut-ikutan untuk saling menyinggung.

Dark joke yang berkaitan dengan isu SARA itu sangatlah tidak etis dan tergolong menyakitkan, tidak pantas dijadikan guyonan untuk mendapat haha react atau angry react. Rasa-rasanya kurang pas gitu, kalau dark joke malah digunakan untuk menentang sila ke-3 Pancasila.

Tahu belum, kalau tindakan SARA itu pernah membuat konflik antar golongan yang menimbulkan kebencian dan berujung perpecahan? Bukan hanya itu saja, tindakan SARA juga pernah merenggut korban jiwa dan telah membuat penderitaan di beberapa daerah.

Jangankan dark joke, jika ada kegiatan yang benar dan dirasa tidak menyinggung, bisa saja ada suatu golongan tidak terima dengan kegiatan tersebut. Apalagi dark joke isu SARA, yang jika diibaratkan hampir sama dengan menentang dan mengajak perang.

Bagaimana tidak? Dark joke isu SARA itu mengekploitasi stigma dan mengarahkan seseorang untuk menetertawakan apa yang seharusnya dijaga. Dari satu potongan dark joke kecil saja dapat menimbulkan saling mengolok dan menjelekan secara berkepanjangan, apalagi yang versi full-nya.

Selanjutnya. Tidak semua orang dapat menerima dark joke isu SARA, atau mungkin tidak ada orang yang menerimanya. Tidak usah di depan publik yang banyak pasang mata, di lingkup tertutup saja kadang ada yang menolak dengan keras, walaupun identitas dirinya sama sekali tidak disinggung.

Meskipun kamu melakukannya di lingkup tertutup, tentunya tidak dibenarkan untuk nge-dark joke isu SARA di “kandang sendiri”. Balik ke atas, apakah kamu dapat menjamin bahwa tidak ada orang yang tersinggung meskipun dia segolongan denganmu?

Baca juga: (“Sopan Santun dan Etika Menjadikanmu Manusia“)

Yang menjadi keganjalan selanjutnya adalah kenapa sekarang ini apa-apa dinamakan sebagai dark joke hanya untuk ngeles telah melakukan tindakan SARA. Dengan dalih untuk lucu-lucuan, orang merasa bahwa dirinya tidak melakukan hal yang melanggar norma sosial.

Ini bukanlah persoalan tentang apa yang hanya disebut sebagai candaan. Walaupun kesannya memang sedang membuat guyonan, tetapi kita tidak tahu kan berapa banyak orang di luar sana yang sedang tersinggung? Bisa saja ratusan, bisa saja sampai jutaan.

Bayangkan saja, kita yang sedang banting tulang (merasa) membangun kehidupan yang tentram dan gotong royong, tetapi malah ada pihak yang dengan cekikikan merusak usaha kita, kan jemb*t? Kalau terus-terusan seperti ini, akan susah juga kita untuk menjaga toleransi.

Orang yang membuat dark joke isu SARA adalah orang yang sama persis dengan hewan yang sedang teriak-teriak huop-huop-huop di kebun binatang. Asal nyeplos, otaknya nggak dipakai seperti seharusnya, dan bisanya cuma buat gaduh.

Ngotak

Memang betul bahwa membuat sebuah dark joke yang terkesan elite itu tidaklah gampang. Harus membuat sesuatu yang benar-benar fresh dan harus berusaha keras nglawak sana-sini supaya dianggap lucu oleh semua orang, jurusnya adalah kalau tidak lucu maka harus memakai isu SARA.

Tidak masalah kalau kamu mau menciptakan dark joke. Masih banyak tema yang bisa digunakan untuk membuat dark joke daripada menyinggung SARA. Misalnya, membuat lelucon diri sendiri tentang betapa bodohnya diri.

Intinya, kamu boleh membuat suatu lawakan yang dapat menghibur orang, tetapi kamu tidak boleh menyinggung suatu kebudayaan tertentu hanya karena kamu butuh tawaan orang lain. Kita tidak bisa memukul rata pikiran yang lainnya dengan pikiran kita sendiri.

Bukan karena baper  atau pantat tipis, tetapi tentang bagaimana kita menghargai antar umat golongan. Jika kamu telah buat dark joke isu SARA dan telah berpatisipasi merusak keindahan keberagaman ini, kamu harusnya ke lapangan dan siap untuk digebukkin oleh siapa saja yang lewat.

Baca juga: (“Chat Huruf P, Sebuah Huruf Lintas Kondisi dan Situasi“)

 

Tahu Diri Sat Bangs*t!

Lalu, baku hantam yuk setelah tidak ada SARA berkedok dark joke. Sebagai ucapan syukur karena tidak ada lagi SARA berkedok dark joke. Yoinggak bakalan kayaknya, mau bagaimana pun SARA berkedok dark joke akan selamanya ada.

Maaf, jika ada kata/kalimat/paragraf yang sumbang, karena nulisnya sambil emosi.

Referensi https://en.wikipedia.org/wiki/Black_comedy

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *