Sopan Santun dan Etika Menjadikanmu Manusia

Sopan Santun dan Etika Menjadikanmu Manusia

Opolah~ Kita sebagai manusia adalah mahkluk paling mulia. Tetapi manusia yang bagaimana dulu yang layak disebut sebagai mahkluk mulia? Sebaliknya meski kamu adalah manusia, bisa saja kamu mempunyai derajat yang lebih rendah dari binatang.

Bila ada manusia yang mempunyai derajat tertinggi sedangkan yang berderajat terendah adalah di bawah binatang, maka tentu ada manusia yang sederajat dengan binatang, kan? Mungkin secara tidak sadar, kamu punya derajat yang sama dengan binatang.

Lalu, tahukah kamu yang membedakan manusia dengan binatang di Bumi? Bukan terletak pada kemampuan manusia membuat sesuatu ataupun menciptakaan ide-ide kreatif untuk keberlangsungan hidup. Tetapi, terletak pada kemampuan bersopan santun dan mengikuti etika.

Ok, mungkin beberapa binatang dapat menciptakan alat-alat yang lumayan canggih untuk membantu mereka mencari makanan. Namun, binatang sayangnya tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Sebagai contoh, binatang tidak malu untuk nge-sex dihadapan manusia.

Sopan Santun

Sopan santun adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan. Sopan santun itu sifatnya relatif, yang dapat diartikan apa yang dianggap sebagai sopan santun berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, atau waktu.

Sopan santun merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan sosial. Dengan menunjukkan sikap santun, seseorang dapat dihargai dan diakui keberadaannya sebagai mahkluk sosial di mana pun memijakkan kaki.

Tiap orang mempunyai persepsi sendiri tentang apa itu sopan santun. Mungkin secara garis besarnya, sopan santun itu seperti tidak berkata kotor, tidak meludah sembarangan, tidak menyela pembicaraan, menerima dengan tangan kanan, dan menghormati orang tua.

Sopan santun dapat memberikan banyak manfaat atau pengaruh yang baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sesuai dengan tuntutan lingkungan, sopan santun harus diterapkan oleh setiap entitas yang mendeklarisakan dirinya sebagai manusia.

Sopan santun sangat penting untuk diterapkan dan merupakan tuntutan dalam hidup bersama. Sekali saja ada pelanggaran, pelanggar akan mendapatkan sanksi dari masyarakat, semisal cemoohan, celaan, hinaan, atau dikucilkan dan diasingkan dari pergaulan serta dipermalukan.

Etika

Pada masyarakat di belahan dunia manapun, terdapat nilai-nilai dasar perilaku yang secara umum diakui sebagai norma yang harus dipatuhi, selain peraturan atau norma hukum. Norma tersebut yang dinamakan sebagai etika.

Etika dalam arti sempit sering dipahami sebagai sopan santun. Dalam artian yang luas, etika secara umum adalah suatu norma atau aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk.

Etika merupakan suatu ilmu tentang kesusilaan dan perilaku manusia di dalam pergaulannya dengan sesama yang menyangkut prinsip dan aturan tentang tingkah laku yang benar. Dengan kata lain, etika adalah kewajiban dan tanggung jawab moral setiap manusia dalam berperilaku di masyarakat.

Secara etimologis, kata etika berasal dari bahasa Ynani kuno, ethkos yang berarti timbul dari suatu kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Etika itu tetap berlaku meskipun tidak ada orang lain yang menyaksikan, etika sifatnya absolut atau mutlak, dalam etika terdapat cara pandang dari sisi batinah manusia, dan etika sangat berkaitan dengan perbuatan atau perilaku manusia.

Selain sebagai norma yang terlihat pada perilaku, etika juga harus melekat dan dijiwai oleh mereka yang menganggap dirinya manusia, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial dan juga di semua lini.

Manners Maketh Man

Dalam kehidupan kita memiliki nilai dan norma yang harus kita taati sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial kita akan selalu melakukan interaksi. Dalam interaksi tersebut terdapat hubungan suatu pandangan tentang baik buruk perilaku, sifat, atau watak manusia.

Pernah dengar, “Manners maketh man”? Istilah ini sering diucapkan oleh agen mata-mata Inggris, Kingsman. Istilah ini cukup bagus untuk update status sebagai kata-kata bijak, jargon, atau sebagai penggambaran diri kita.

Sebenarnya, istilah ini sudah berusia lebih dari 600 tahun dan makna filosofinya jauh lebih dalam dari sekedar yang dibayangkan. “Manners maketh man” mengandung pernyataan sekaligus prinsip hidup yang cukup menarik untuk dipahami.

Arti dari “Manners maketh man” dahulunya adalah sopan santun dan etika adalah hal yang membuat seseorang itu manusia (yang membedakannya dengan binatang buas). Saat ini, istilah ini memiliki ati ang lebih luas menjadi seseorang dilihat dan dibedakan dari sopan santun dan tingkah lakunya.

Dalam bahasa Inggris yang sekarang, “Manners maketh man” dapat ditulis sebagai, “Manners make us human”. Yang mempunyai bahasa Indonesia, perilaku baik menjadikan kita manusia. Manusia harus berperilaku baik layaknya manusia.

Tahukan bagaimana seharusnya kita bagaimana cara menghormati orang tua? Tahukan bagaimana cara membuang sampah yang benar? Tahukan apa yang seharusnya kita lakukan jika salah? Dan tahukan bagaimana makan dengan benar?

Mungkin bisa kesampingkan dulu bersikap sopan santun dan etika untuk membina hubungan atau relasi dengan orang lain. Karena secara tidak sadar, relasi akan terbentuk dengan sendirinya. Pikirkanlah bahwa bersikap sopan santun dan beretika adalah bentuk penghormatan bagi diri kita sendiri.

Jika manusia hanya sekedar bergerak, maka tidak ada bedanya manusia seperti makhluk-makhluk yang lain, karena makhluk yang lain pun juga bergerak. Karena kita dibekali dengan akal, berfikir merupakan kewajiban bagi manusia.

Dengan berfikir, seharusnya kita tahu bahwa sopan santun dan etika itu harus dilaksanakan. Jika kita mencoba melanggarnya, akan timbul rasa malu, rasa sedih, dan rasa bersalah. Itu jika kita berfikir bahwa kita adalah manusia.

Di era ini, mungkin banyak dari kita belum begitu peduli tentang sopan santun dan beretika dalam menyikapi suatu hal. Kemirisan ini bisa dilihat dari bahasa, sikap sifat, pakaian, perilaku, gerak-gerik tubuh, cara bicara, dan hal lainnya.

Hanya dalam kita berbicara, orang lain bisa melihat siapa diri kita sebenarnya. Oleh karena itu, perhatikan dirimu baik-baik di cermin. Apabila ada yang kurang, maka tambahlah, apabila ada yang salah, maka perbaikilah.

Coba lihat tanggapan orang lain selanjutnya. Tanggapan tidak selalu dalam bentuk kata-kata, namun tanggapan juga bisa berasal dari penyikapan balik. Ketika sikapmu baik dan diterima seseorang, maka orang lain juga akan bersikap baik juga kepadamu.

Baca juga: (Menghujat dengan Sedikit Tata Krama)

 

Sekarang Tentukanlah Pilihanmu, Manusia atau Binatang!

Referensi: id.quora.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *